• Sabtu, 18 April 2026

Menkeu Purbaya: Rupiah Tembus Rp17.105 Masih Sesuai Skenario APBN

Photo Author
Eko Priliawito, Konteks.co.id
- Selasa, 7 April 2026 | 20:15 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Dok: Kemenkeu)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Dok: Kemenkeu)

 

KONTEKS.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.105 per dolar Amerika Serikat masih berada dalam skenario yang telah diantisipasi pemerintah.

Menurutnya, pergerakan rupiah tersebut tidak langsung mengganggu postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagai simulasi untuk menghadapi dinamika pasar global.

“Enggak, saya tekankan dulu ya, angka simulasi itu rupiahnya bukan rupiah di APBN yang sebelumnya, sudah dinaikkan ke level tertentu, jadi itu masih termasuk dalam hitungan skenario,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.

Ia menjelaskan, dalam penyusunan anggaran pemerintah tidak hanya menggunakan satu asumsi nilai tukar, tetapi menyiapkan sejumlah parameter simulasi sebagai langkah mitigasi terhadap volatilitas global.

Baca Juga: Ternyata Menkeu Purbaya Tak Tahu Detail Pengadaan Sepeda Motor Listrik BGN, Sempat Ditolak Tahun 2025

Namun, Purbaya enggan mengungkapkan angka pasti nilai tukar yang digunakan dalam simulasi terbaru. Ia menilai hal tersebut berpotensi memicu spekulasi di pasar keuangan.

“Saya enggak bilang rupiahnya berapa. Nanti kalau saya bilang, ‘oh kata Menteri Keuangan rupiah ke sana’, kamu sudah beli dollar? Jadi kalau rupiah, kita serahkan ke bank sentral, ke ahlinya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyatakan kepercayaan penuh kepada Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global.

Nilai tukar rupiah mencatatkan pelemahan tajam hingga menyentuh level Rp17.105 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 7 April 2026. 

Baca Juga: Seskab Teddy Tanggapi Santai Ajakan Saiful Mujani 'Jatuhkan' Prabowo: Presiden Fokus Hal Besar!

Posisi ini menjadi titik terendah sepanjang sejarah pergerakan rupiah, melampaui level krisis moneter 1998 yang sempat berada di kisaran Rp16.800 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan, rupiah melemah 70 poin atau sekitar 0,41 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatat nilai tukar di level Rp17.092 per dolar AS.

Sepanjang sesi perdagangan, tekanan terhadap rupiah sempat lebih dalam hingga melemah 75 poin sebelum akhirnya sedikit pulih menjelang penutupan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Eko Priliawito

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X