KONTEKS.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.105 per dolar Amerika Serikat masih berada dalam skenario yang telah diantisipasi pemerintah.
Menurutnya, pergerakan rupiah tersebut tidak langsung mengganggu postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagai simulasi untuk menghadapi dinamika pasar global.
“Enggak, saya tekankan dulu ya, angka simulasi itu rupiahnya bukan rupiah di APBN yang sebelumnya, sudah dinaikkan ke level tertentu, jadi itu masih termasuk dalam hitungan skenario,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Ia menjelaskan, dalam penyusunan anggaran pemerintah tidak hanya menggunakan satu asumsi nilai tukar, tetapi menyiapkan sejumlah parameter simulasi sebagai langkah mitigasi terhadap volatilitas global.
Namun, Purbaya enggan mengungkapkan angka pasti nilai tukar yang digunakan dalam simulasi terbaru. Ia menilai hal tersebut berpotensi memicu spekulasi di pasar keuangan.
“Saya enggak bilang rupiahnya berapa. Nanti kalau saya bilang, ‘oh kata Menteri Keuangan rupiah ke sana’, kamu sudah beli dollar? Jadi kalau rupiah, kita serahkan ke bank sentral, ke ahlinya,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyatakan kepercayaan penuh kepada Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global.
Nilai tukar rupiah mencatatkan pelemahan tajam hingga menyentuh level Rp17.105 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 7 April 2026.
Baca Juga: Seskab Teddy Tanggapi Santai Ajakan Saiful Mujani 'Jatuhkan' Prabowo: Presiden Fokus Hal Besar!
Posisi ini menjadi titik terendah sepanjang sejarah pergerakan rupiah, melampaui level krisis moneter 1998 yang sempat berada di kisaran Rp16.800 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan, rupiah melemah 70 poin atau sekitar 0,41 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatat nilai tukar di level Rp17.092 per dolar AS.
Sepanjang sesi perdagangan, tekanan terhadap rupiah sempat lebih dalam hingga melemah 75 poin sebelum akhirnya sedikit pulih menjelang penutupan.
Artikel Terkait
Ekonomi RI Aman! Menkeu Purbaya Spill Cadangan Kas Negara Rp420 Triliun. APBN Masih Punya Bantalan Kuat!
Menkeu Purbaya Ungkap Defisit APBN Capai Rp240,1 Triliun Per Maret 2026
Kuartal I 2026, Pendapatan dan Pengeluaran Pemerintah Sangat Timpang Bikin Defisit APBN 'Ngeri-ngeri Sedap!'
Rupiah Tembus Rp17.105 per Dolar AS, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah
Nilai Tukar Rupiah Melemah di Level Terendah dan Lampui Krisis 1998, Ini Respons Menko Airlangga