“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh airlines dan penetapan 38 persen ini merupakan angka yang ideal untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan industri dan daya beli masyarakat,” ujarnya.
Dukungan fiskal juga ditegaskan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memastikan kesiapan anggaran pemerintah.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, anggaran kita cukup dan seluruh kebijakan ini sudah kami perhitungkan dengan baik,” katanya.
Diketahui bahwa ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat bukan sekadar isu politik luar negeri. Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi dan distribusi energi dunia.
Baca Juga: 2 Loyalis Prabowo Berseteru di Tanah Abang, Hercules Tolak Serahkan Lahan PT KAI ke Maruarar Sirait!
Jalur vital seperti Selat Hormuz menjadi urat nadi perdagangan minyak global. Ketika stabilitas kawasan terganggu, pasar merespons dengan cepat dan harga minyak melonjak.
Kenaikan harga minyak dunia inilah yang kemudian menjalar ke berbagai sektor, termasuk transportasi udara. Avtur, sebagai bahan bakar utama pesawat, mengikuti harga minyak global.
Di Indonesia, avtur bukan barang subsidi. Artinya, setiap kenaikan harga di pasar internasional akan langsung tercermin dalam biaya operasional maskapai. Bahan bakar atau avtur menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya operasional penerbangan.
Baca Juga: Syarat Boleh WFH Tiap Jumat, ASN DKI Harus Sudah 2 Tahun Kerja
Ketika harga avtur melonjak hingga puluhan persen, maskapai tidak punya banyak pilihan selain menyesuaikan tarif. Tanpa penyesuaian, risiko kerugian akan mengancam keberlanjutan bisnis penerbangan. Kita lihat apakah pemerintah mampu menahan kenaikan tiket pesawat di tengah lonjakan harga avtur.***
***
Artikel Terkait
Bazar Rakyat 2026 Gerakkan Ekonomi UMKM dan Bangkitkan Bangga Buatan Indonesia
Ekonomi Dunia Guncang Imbas Perang AS Iran: Besok Pemerintah RI Umumkan Kebijakan Darurat Mitigasi Risiko Global
Ekonomi Global Terancam Kolaps, MUI Desak Perang AS-Israel vs Iran Dihentikan
Defisit Aman, BBM Cukup di Tengah Badai Global, Ini Jaminan Pemerintah Soal Ekonomi Indonesia
Ekonomi RI Aman! Menkeu Purbaya Spill Cadangan Kas Negara Rp420 Triliun. APBN Masih Punya Bantalan Kuat!