• Sabtu, 18 April 2026

Rupiah Tergelincir ke Rp16.527 per Dolar AS, Apakah Tekanan The Fed Jadi Awal Tren Baru atau Justru Sinyal Pembalikan Pasar?

Photo Author
Firman Ramadhan, Konteks.co.id
- Jumat, 19 September 2025 | 08:01 WIB
Rupiah melemah ke Rp16.527 per dolar, pasar waspada arah baru dari The Fed. (Freepik.com)
Rupiah melemah ke Rp16.527 per dolar, pasar waspada arah baru dari The Fed. (Freepik.com)

KONTEKS.CO.ID - Rupiah kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pada Kamis, 18 September 2025, nilai tukar rupiah ditutup di level Rp16.527 per dolar, melemah 0,55% atau setara 90 basis poin secara harian.

Kondisi ini menjadi penutupan terlemah sejak pertengahan Mei 2025.

Baca Juga: Selamat Ginting Ungkap Penempatan Kader Gerindra di Posisi 'Jantung' Pemerintahan adalah Strategi Prabowo

Rupiah Tertekan Efek Sinyal The Fed

Pelemahan rupiah tidak terjadi sendiri.

Penguatan dolar pasca hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) membuat mayoritas mata uang Asia ikut tertekan.

Ahli Pasar Berkembang Wells Fargo Securities, Brendan McKenna, menyebut sinyal dari Ketua The Fed menunjukkan bahwa pemangkasan bunga lanjutan akan lebih berat dari perkiraan.

Baca Juga: Detik-Detik Menegangkan Pasukan Gabungan Brimob dan TNI Evakuasi 6 Anggota Kopassus yang Dikepung Massa Rusuh SARA di Yalimo, Papua Pegunungan

Hal ini memicu tekanan berantai, terutama pada rupiah, won Korea, dan peso Filipina.

“Mengingat arah bauran kebijakan terbaru di Indonesia, rupiah mungkin yang paling sensitif,” jelas McKenna dalam laporan yang dikutip Bloomberg, Jumat, 19 September 2025.

Respons Bank Indonesia dan Pemerintah

Bank Indonesia sebelumnya memangkas suku bunga acuan menjadi 4,75% dengan alasan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Baca Juga: Papua Tengah Diguncang Gempa M5,1, Berpusat di Nabire dengan Kedalaman 20 Km

Namun keputusan ini sekaligus menambah sentimen negatif terhadap rupiah karena selisih imbal hasil dengan aset dolar kian tipis.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya YS menegaskan pemerintah tetap berhati-hati menjaga defisit anggaran di bawah 3% pada 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X