• Sabtu, 18 April 2026

Rupiah Tertekan di Awal Pekan: Ancaman Tarif Trump dan Kontraksi Manufaktur Jadi Pemicu

Photo Author
Firman Ramadhan, Konteks.co.id
- Senin, 4 Agustus 2025 | 16:20 WIB
Rupiah Tertekan di Awal Pekan: Ancaman Tarif Trump dan Kontraksi Manufaktur Jadi Pemicu. (Freepik.com)
Rupiah Tertekan di Awal Pekan: Ancaman Tarif Trump dan Kontraksi Manufaktur Jadi Pemicu. (Freepik.com)

Kebijakan ini menciptakan ketegangan di pasar global dan berdampak pada mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Faktor Domestik: Manufaktur Indonesia Masih Lemah

Baca Juga: Asosiasi Truk Serukan Pengemudi Pasang Bendera Merah Putih di Armada Sambut HUT ke-80 RI

Dari dalam negeri, pasar juga dihantam kabar negatif dari sektor manufaktur.

Data terbaru Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia dari S&P Global menunjukkan kontraksi lanjutan, dengan indeks berada di level 49,2 pada Juli 2025.

Angka ini lebih rendah dari ambang batas 50 yang menandakan ekspansi, mencerminkan penurunan produksi, melemahnya permintaan baru, serta pemangkasan tenaga kerja dan aktivitas pembelian.

"Tren kontraksi manufaktur selama empat bulan terakhir cukup mengkhawatirkan karena sinyal pemulihan yang tadinya muncul di awal tahun mulai menghilang," ungkap Ibrahim mengutip Senin, 4 Agustus 2025.

Baca Juga: Penjagaan Ketat Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah oleh TNI Pelanggaran Serius Supremasi Hukum

Data AS Jadi Sorotan Pasar Minggu Ini

Fokus utama investor global pekan ini tertuju pada serangkaian rilis data ekonomi AS.

Data Nonfarm Payroll (NFP), PMI Manufaktur ISM, dan indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan diprediksi menjadi penggerak utama arah dolar AS.

Kinerja yang mengecewakan dari data ini bisa membuka peluang pelemahan dolar dan memberi sedikit ruang napas bagi rupiah.

Baca Juga: Kursi Panas Wakapolri: Kabarnya Diisi Komjen Dedi Prasetyo, Kini Komjen Wahyu Widada Disebut Dapat Restu Prabowo

Kombinasi antara tekanan eksternal dari kebijakan dagang Trump dan lemahnya fundamental ekonomi domestik membuat rupiah sulit lepas dari tekanan.

Jika kondisi ini berlanjut, Bank Indonesia kemungkinan akan meningkatkan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas.

Investor dan pelaku pasar sebaiknya mencermati perkembangan global secara ketat dalam beberapa hari ke depan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lopi Kasim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X