• Sabtu, 18 April 2026

Warga AS Protes Kesepakatan Tarif Trump dan Prabowo: Janji Manis, Dompet Kami yang Terkuras!

Photo Author
Firman Ramadhan, Konteks.co.id
- Minggu, 20 Juli 2025 | 18:20 WIB
Warga AS Protes Kesepakatan Tarif Trump dan Prabowo: Janji Manis, Tapi Dompet Kami yang Terkuras! (Instagram.com/whitehouse)
Warga AS Protes Kesepakatan Tarif Trump dan Prabowo: Janji Manis, Tapi Dompet Kami yang Terkuras! (Instagram.com/whitehouse)

Tarif 19% Bikin Barang Indonesia Lebih Mahal di AS

Yang paling bikin warga AS naik darah adalah tarif 19% yang kini dikenakan terhadap barang-barang impor dari Indonesia.

Baca Juga: KPK Buka Peluang Naikkan Kasus Kuota Haji ke Penyidikan dalam Waktu Dekat

Trump mengklaim bahwa ini “Indonesia yang bayar”, tapi kenyataan di lapangan berkata lain.

Tarif impor sebesar itu berarti produk-produk dari Indonesia akan lebih mahal saat masuk ke pasar Amerika—dan ujung-ujungnya yang nombok adalah konsumen AS.

Warga harus bayar lebih untuk produk garmen, elektronik, hingga bahan makanan yang biasa diimpor dari Indonesia.

“Trump bilang kami tidak bayar apa-apa, padahal tagihan kami yang bengkak,” ujar seorang warga di New York dalam forum diskusi lokal yang langsung viral di media sosial.

Baca Juga: Kebakaran di Grogol Utara, Puluhan Rumah Hangus Dilalap Si Jago Merah

Prabowo Dianggap ‘Kebagian Nama’, Tapi Rakyat AS yang Menanggung Beban

Di sisi lain, Presiden Indonesia Prabowo tampak diuntungkan secara diplomatik.

Ia muncul sebagai sosok yang berhasil menjalin relasi baru dengan pemerintahan Trump dan mengamankan pasokan energi serta alutsista strategis.

Namun publik di Amerika mulai sadar: klaim Trump soal kesepakatan win-win ini tidak seindah yang digembar-gemborkan.

Baca Juga: Kaesang Pangarep Minta Maaf Gagal Bawa PSI ke Senayan 2024, Janjikan Jadi Partai Kuat di Pemilu 2029

Rakyat AS mulai bersuara: “Kami yang bayar mahal, bukan Indonesia.”

Kesepakatan dagang antara Trump dan Prabowo justru menyulut sentimen negatif di dalam negeri AS.

Publik menilai kebijakan ini lebih bersifat politis daripada ekonomis.

Alih-alih memperkuat posisi dagang Amerika, kebijakan tersebut memindahkan beban ke konsumen lokal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ari DP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X