• Sabtu, 18 April 2026

BI: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terus Turun, Terendah Sejak 1970-an

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Kamis, 3 Juli 2025 | 07:00 WIB
BI mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia turun di saat kondisi global yang tak menentu. (Kemenkeu)
BI mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia turun di saat kondisi global yang tak menentu. (Kemenkeu)

KONTEKS.CO.ID - Perekonomian Indonesia sedang tidak baik-baik saja! Bagaimana tidak, sering disebut pemerintah ekonomi stabil, tapi pada kenyataan tak seperti itu.

Bank Indonesia (BI) menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia terendah dalam beberapa dekade terakhir.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dicky Kartikoyono, mengungkapkan, di tengah ketidakpastian ekonomi secara global, pertumbuhan ekonomi Indonesia ternyata terus menurun. 

Ia bahkan menyebutnya terendah sejak tahun 1970-an. "Kondisi dalam beberapa waktu terakhir ini, terutama kita perhatikan pertumbuhan ekonomi yang mungkin dalam beberapa dekade terakhir merupakan yang terendah saat ini," katanya saat mengikuti Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI di Komisi XI DPR RI Jakarta, melansir Rabu 3 Juli 2025.

Baca Juga: Resmi: Arsenal Datangkan Mantan Kiper Termahal Dunia dengan Harga Murah!

Ia menjelaskan, sebelum tahun 1970, ekonomi Indonesia bisa tumbuh sebesar 7,5% lantaran dipicu oil boom. Lalu pada saat era industri manufaktur masih mengawali pertumbuhan, perekonomi masih bisa tumbuh 6,3%. 

Ekonomi Tanah Air terus turun ketika sektor komoditas menjadi motor pertumbuhan yakni sebesar 5,6%. "Dan kini kita tengah berhadapan dengan banyak sekali tantangan, pertumbuhan kita terancam, cenderung stagnan 4-5 persen," bebernya.

Tapi Dicky menegaskan, daya saing Indonesia juga relatif ada di level moderate. Hal ini juga bukan posisi yang cukup baik. 

Baca Juga: Menteri PU Nonaktifkan Tiga Pejabat BBPJN Sumut Usai Terjaring OTT KPK: Segera Benahi Dirimu

"Global, kalau kita tidak sikapi dengan bijaksana, ini tentu memberikan implikasi berat buat perekonomian Indonesia," tambahnya.

BI terus berupaya dengan bersinergi dan berkolaborasi dengan kementerian, lembaga dan juga lembaga politik seperti DPR. 

"Ini menjadi kata kunci bagaimana Indonesia keluar dari meretas gelombang. Potensi yang ada dalam perekonomian kita ini besar," tegasnya.

Baca Juga: Jadwal Ceramah Zakir Naik di Indonesia: Cara Jadi Peserta, Muslim dan Non Muslim

Lebih jauh dikatakan, kebijakan suku bunga yang diadopsi sekarang ini sebesar 5,5% cukup kompetitif. Pihaknya juga bakal berupaya untuk menurunkan suku bunga acuan.

"Kita tentu berupaya terus untuk menyeret turun ke bawah, tapi tentunya saat ini sangat kompetitif melihat federal rate-nya sekitar 4,5 persen," kata Dicky. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X