“Target kami adalah menuntaskan 5 juta sambungan Home Pass/Home Connect hingga akhir Desember 2025, dan menjangkau 40 juta rumah tangga di seluruh Indonesia dalam lima tahun mendatang,” ujar Direktur Utama WIFI, Yune Marketatmo.
WIFI juga akan memanfaatkan infrastruktur stasiun kereta api di lebih dari 390 titik yang selama ini menjadi mitra ekosistem Surge. WEAVE sendiri merupakan hasil joint venture antara Surge dan NTT East Jepang, di mana NTT East memiliki 49% saham.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Dimulai 14 Juli, Peserta Mencapai 20 Ribu
“Ini bukan sekadar langkah finansial, melainkan upaya nyata mempercepat transformasi digital yang adil dan inklusif,” tegas Yune.
Dengan total pendanaan jumbo ini, Surge memantapkan posisi sebagai pemain strategis dalam pembangunan ekosistem digital nasional, khususnya dalam memperluas konektivitas internet ke kawasan padat penduduk dengan harga terjangkau dan kualitas tinggi. ***
Artikel Terkait
Pertamina Indonesia Akuisisi 20 Persen Saham Citicore Renewables, Perusahaan Energi Filipina
Sharia Investment Week 2025 Gaet 666 Investor Baru Saham Syariah
Soal Jual Beli Pulau Anambas hingga Seliu, KKP: Jual No Tapi Boleh Pengalihan Saham dan Investasi
Pasar Saham Indonesia Diperkirakan Bergerak Mendatar pada Senin
Waduh, Saham Wilmar Turun di Singapura setelah Kejaksaan Agung Sita Dana Rp11,8 Triliun