• Sabtu, 18 April 2026

LG Batal Investasi di Proyek Baterai Nikel, Pengamat: Jangan Anggap Remeh IHSG

Photo Author
Lopi Kasim, Konteks.co.id
- Senin, 28 April 2025 | 11:42 WIB
Pengamat Ekonomi dan Analis Pasar Modal, Ferry Latuhihin dan ilustrasi LG Energy Solution Co.  (YouTube.com/RhenaldKasali - LG Energi Solution)
Pengamat Ekonomi dan Analis Pasar Modal, Ferry Latuhihin dan ilustrasi LG Energy Solution Co. (YouTube.com/RhenaldKasali - LG Energi Solution)


KONTEKS.CO.ID - Perusahaan LG yang mengundurkan diri dari proyek baterai nikel terintegrasi dari hulu ke hilir di Indonesia jadi sorotan.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar PAN, Dradjad Wibowo mengaku sudah bertemu dengan pihak dari Korea Selatan, termasuk dari konsorsium LG.

Drajad mengungkap sebelumnya LG sepakat untuk berinvestasi di proyek bateral kendaraan listrik (elecric vehiclel/EV) senilai 2 miliar dolar atau sekitar Rp33,7 triliun.

Baca Juga: Sebut Program MBG Lebih Penting dari Pekerjaan, Pengamat: Menteri Rachmat Pambudy Sekolah di Mana?

Di luar dugaan, produsen mobil listrik asal China BYD Auto Co. Ltd tak bisa jual produknya di Eropa lantaran perang dagang, dan masuk ke Indonesia dengan berbagai kemudahan.

Masalahnya, berbagai kemudahan itu tidak diberikan kepada LG dan membuat perusahaan itu batal investasi di proyek baterai nikel Indonesia.

"LG mikir lagi, kalau mau investasi terus, pasarnya turun, kami tidak diperlakukan sama dengan teman-teman dari China," ujar Drajad dalam diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada 24 April 2025.

Baca Juga: MITI Ungkap Tiga Hal Penting Bila Pemerintah Bangun PLTN 2035

Dalam kesempatan berbeda, Pengamat Ekonomi dan Analis Pasar Modal, Ferry Latuhihin menilai batalnya LG investasi di proyek baterai nikel Indonesia.

"Kemarin kasus LG, batal (investasi) mungkin lebih baik lari ke negara lain," kata Ferry sebagaimana dilansir dari YouTube Rhenald Kasali yang dilihat pada Senin, 28 April 2025.

Ferry kemudian meminta Indonesia untuk tidak menganggap remeh indikator Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Jadi tolong, RI jangan anggap remeh indikator indeks harga saham gabungan (IHSG)," ujarnya.

Baca Juga: 13 Film Bioskop Seru Tayang Mei 2025: Dari Horor, Drama hingga Aksi Spektakuler!

Ferry memberi contoh dampak dari perginya konsorsium LG terhadap proyek baterai nikel di Indonesia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lopi Kasim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X