• Sabtu, 18 April 2026

Emas Melonjak Lagi! Rekor Baru Tertinggi Sepanjang Sejarah

Photo Author
Agha Nur Sabri A, Konteks.co.id
- Sabtu, 29 Maret 2025 | 13:00 WIB
Harga Emas naik USD3.084,03 per troy ons (iStock)
Harga Emas naik USD3.084,03 per troy ons (iStock)

KONTEKS.CO.ID – Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap perang dagang yang dipicu oleh kebijakan tarif terbaru Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Pada penutupan perdagangan Jumat 28 Maret 2025, harga emas di pasar spot melonjak 0,91% menjadi USD3.084,03 per troy ons, memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas

Menurut Peter Grant, Wakil Presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, lonjakan harga emas disebabkan oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga: Cara Edit Foto dan Animasi Jadi Studio Ghibli Style AI Pakai ChatGPT

"Permintaan emas terus meningkat karena investor mencari perlindungan dari ketidakpastian akibat tarif dan perang dagang yang sedang berlangsung," ujarnya.

Selain itu, emas sebagai aset lindung nilai semakin menarik di tengah kebijakan suku bunga rendah.

The Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan menurunkan suku bunga hingga 63 basis poin (bps) pada akhir tahun, dimulai pada Juli, menurut alat prediksi Fedwatch.

Baca Juga: Kelasi Satu J Terduga Pembunuh Juwita Belum Ditetapkan Tersangka

Dampak Kebijakan Trump terhadap Pasar

Investor saat ini mencermati langkah Trump yang berencana menerapkan kebijakan tarif timbal balik pada 2 April mendatang.

Kebijakan ini dipandang sebagai faktor inflasioner yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global dan meningkatkan ketegangan perdagangan.

Selain itu, data terbaru menunjukkan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS meningkat 0,4% pada Februari, lebih tinggi dari ekspektasi analis sebesar 0,3%.

Baca Juga: 38 Pati Polri Naik Pangkat Usai Promosi Jabatan, Ini Daftar Lengkapnya

Meski demikian, data ini diprediksi tidak akan banyak mengubah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lopi Kasim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X