KONTEKS.CO.ID - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim fasilitas nuklir strategisnya di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr menjadi sasaran serangan.
Meski sebuah proyektil dilaporkan jatuh di dalam kompleks, otoritas setempat menyatakan tidak ada kerusakan maupun korban jiwa.
Otoritas energi atom di Iran menyebut serangan tersebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Tuduhan itu disampaikan melalui pernyataan resmi yang menegaskan bahwa insiden ini bukan yang pertama.
Baca Juga: Teheran Melunak, Iran Jamin Kapal-Kapal Bukan Musuh Dapat Melintasi Selat Hormuz, Termasuk Milik Pertamina?
"Musuh Amerika-Zionis telah menyerang lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr lagi," kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa sebuah proyektil mengenai bagian dalam kompleks pembangkit listrik Bushehr, mengutip The Times of Israel, Rabu, 25 Maret 2026.
Nihil Kerusakan, tapi Ancaman Nyata
Meski proyektil dilaporkan jatuh di area dalam kompleks, Iran menegaskan dampaknya tidak signifikan.
"Laporan awal menunjukkan insiden ini tidak menyebabkan kerusakan finansial atau teknis, atau korban jiwa, dan berbagai area pembangkit listrik tidak mengalami kerusakan," sebutnya.
Fasilitas Vital Jadi Target Sensitif
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr merupakan satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir operasional di Iran dan menjadi simbol penting program energi negara tersebut.
Baca Juga: Arab Saudi Ambil Ancang-ancang Serang Iran!
Serangan terhadap fasilitas ini, meski tidak berdampak langsung, tetap memicu kekhawatiran global karena risiko yang bisa ditimbulkan jika terjadi kerusakan serius, mulai dari kebocoran radiasi hingga krisis lingkungan lintas negara.
Tuduhan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel memperlihatkan meningkatnya tensi geopolitik.
Hingga kini, belum ada konfirmasi independen maupun tanggapan resmi dari kedua pihak yang dituduh.
Jika serangan terhadap fasilitas nuklir terus terjadi, maka risiko eskalasi bukan hanya regional, tetapi juga global, baik dari sisi keamanan, politik, maupun lingkungan.***