KONTEKS.CO.ID - Presiden AS Donald Trump menunda serangan terhadap infrastruktur listrik Iran selama lima hari.
Itu setelah ia mengeklaim ada pembicaraan yang disebutnya sangat baik dan produktif.
Trump mengatakan pada Senin, kemarin, telah memerintahkan penundaan selama lima hari terhadap rencana serangan ke pembangkit listrik dan fasilitas energi Iran.
Baca Juga: Prabowo Telepon Presiden UEA, Kecam Serangan Iran dan Minta segera Penurunan Eskalasi Perang
Ini menyusul komunikasi intensif dengan Teheran.
“Saya dengan senang hati melaporkan AS dan Iran telah, dalam dua hari terakhir, melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif terkait penyelesaian penuh dan menyeluruh atas permusuhan kami di Timur Tengah,” ujar Trump melalui platform Truth Social.
Ia menambahkan berdasarkan suasana dan arah pembicaraan yang masih berlangsung dan diperkirakan berlanjut sepanjang pekan ini, dirinya menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menghentikan sementara seluruh serangan militer yang menargetkan sektor energi Iran selama lima hari.
Baca Juga: Kim Jong Un Jadi Presiden Korea Utara, 99,99 Persen Pemilih Mendukung
Trump menegaskan penghentian sementara ini bergantung pada perkembangan negosiasi yang sedang berjalan.
Langkah tersebut diambil di tengah eskalasi konflik yang terus berlangsung sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Dilaporkan perang saat ini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Baca Juga: Prabowo Minta Kualitas Program MBG Ditingkatkan, SPPG Tak Layak Diminta Ditutup Sementara
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk, yang menyebabkan korban jiwa serta mengganggu infrastruktur, pasar global, dan sektor penerbangan.
Sebelumnya Trump memberi ultimatum kepada Iran dalam tempo 48 jam harus membuka Selat Hormuz, agar pasokan minyak dunia memakai kapal tanker bisa lancar.***
Artikel Terkait
Eropa Tarik Rem, Jerman-Inggris Kompak Tolak Ajakan Trump Ikut Operasi Militer di Selat Hormuz
Kuba Dilanda Gelap Total, Donald Trump Lempar Pernyataan Mengejutkan: Saya Bisa Lakukan Apa Pun!
Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz dalam Tempo 48 Jam, Komando Khatam Al Anbiya Balik Mengancam
Trump Ngamuk di Tengah Shutdown, Demokrat Disebut Musuh Negara