KONTEKS.CO.ID - Asosiasi Bahan Bakar Terbarukan atau Renewable Fuels Association (RFA) menyampaikan terima kasih kepada Presiden Donald Trump.
Terima kasih ini atas pengumuman kerangka kesepakatan penting dengan Indonesia, alias tarif dagang yang dipatok 19 persen.
RFA menyebut tarif itu akan menguntungkan para petani serta produsen etanol Amerika Serikat.
“Kami berterima kasih kepada Presiden Trump dan timnya. Mereka telah memastikan sektor pertanian dan bahan bakar terbarukan AS dapat porsi penting dalam kesepakatan ini,” kata Presiden sekaligus CEO RFA, Geoff Cooper.
Baca Juga: Pemerintah AS Juga Beri Tarif Dagang 19 Persen buat Filipina
“Kesepakatan-kesepakatan ini pada akhirnya akan membantu membuka pasar-pasar penting di Asia dan memberikan akses yang lebih luas bagi produk pertanian, bahan bakar terbarukan, serta produk sampingan AS seperti distillers grains,” ujarnya.
“Pemerintahan ini jelas memahami peran utama yang dapat dimainkan petani dan produsen bahan bakar terbarukan, terutama dalam memberi makan dan energi bagi dunia.”
“Kami mengapresiasi upaya Presiden Trump untuk mengamankan perjanjian yang adil dan timbal balik di seluruh dunia.”
“Kemudian juga menghilangkan hambatan perdagangan yang adil akan memperkuat ekonomi pedesaan dan Amerika Serikat secara keseluruhan,” ucapnya.
Baca Juga: Gedung Putih Rilis Perincian Tarif Dagang AS-Indonesia, Tak Sekadar 19 Persen
Cooper menambahkan Indonesia merupakan pasar penting yang terus berkembang bagi distillers grains asal AS.
Indonesia menempati posisi keempat sebagai pasar ekspor terbesar pada 2024, dengan impor sebesar 987 ribu metrik ton—naik 6 persen dibanding 2023.
Indonesia juga dipandang sebagai pasar potensial besar di masa depan untuk ekspor etanol AS, bahan bakar penerbangan berkelanjutan dan bahan bakar terbarukan lainnya.***