KONTEKS.CO.ID - Sempat reda, hubungan dagang China dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas.
Ketegangan kedua negara kembali meningkat usai saling menyalahkan soal pelanggaran kesepakatan.
Kementerian Perdagangan China mengeluarkan pernyataan yang membantah tuduhan Presiden AS Donald Trump, pada Senin, 2 Juni 2025.
Baca Juga: Daging Kambing Bikin Hipertensi, Mitos atau Fakta? Dokter Beri Jawaban
Mereka menegaskan, tidak melanggar kesepakatan yang dibuat di Jenewa bulan lalu.
Namun sebaliknya, China menuduh negara pimpinan Donald Trump itu yang justru bertindak sepihak dengan membuat kebijakan baru yang merugikan.
Sejumlah kebijakan AS yang diprotes China di antaranya, aturan baru soal pembatasan ekspor chip AI, larangan penjualan perangkat lunak desain chip ke China.
Kemudian, pencabutan visa bagi mahasiswa asal China.
"Kalau AS terus bertindak semaunya sendiri dan merugikan kepentingan China, maka kami tidak akan tinggal diam," tegas Kementerian Perdagangan China, menukil Bloomberg.
"China akan mengambil tindakan tegas untuk melindungi hak dan kepentingannya," lanjutnya.
Tak hanya itu, China juga menuding AS melanggar kesepakatan yang dibuat antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping pada 17 Januari.
Baca Juga: Pembunuhan Sadis Bos Toko Sembako di Bekasi, Pelaku Karyawan Dibekuk Polisi
Namun, tak dijelaskan detail pelanggaran kesepakatan yang disebut itu.