• Sabtu, 18 April 2026

Serangan Israel saat Salat Subuh Bantai 100 Warga Palestina di Sekolah dan Masjid

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Sabtu, 10 Agustus 2024 | 19:12 WIB
Pertahanan Sipil Gaza mengatakan, para korban sedang menunaikan salat subuh di kompleks Al-Tabi'in di lingkungan Al-Daraj di bagian timur Kota Gaza ketika Israel melancarkan serangan pada Sabtu malam. Foto: X @OnlinePalEng
Pertahanan Sipil Gaza mengatakan, para korban sedang menunaikan salat subuh di kompleks Al-Tabi'in di lingkungan Al-Daraj di bagian timur Kota Gaza ketika Israel melancarkan serangan pada Sabtu malam. Foto: X @OnlinePalEng

KONTEKS.CO.ID - Lebih dari 100 warga Palestina tewas dalam serangan pembantaian Israel ke sekolah dan masjid yang menampung pengungsi.

Pertahanan Sipil Gaza mengatakan, para korban sedang menunaikan salat subuh di kompleks Al-Tabi'in di lingkungan Al-Daraj di bagian timur Kota Gaza ketika Israel melancarkan serangan pada Sabtu malam.

Israel mengonfirmasi bahwa mereka melakukan serangan itu, dengan mengatakan Hamas beroperasi di sana.

"Kami menemukan sedikitnya 90 orang yang tewas," kata Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza Mahmoud Basal kepada CNN.

Ia menambahkan, banyak dari mereka yang tercabik-cabik dan banyak yang masih belum teridentifikasi.

Video yang CNN saksikan setelah serangan itu menunjukkan sejumlah besar mayat berserakan di tanah. Saksi mata mengatakan tidak ada peringatan sebelumnya tentang serangan itu.

“Semua orang yang menjadi sasaran adalah warga sipil, anak-anak yang tidak bersenjata, orang tua, pria dan wanita,” kata Fares Afana, direktur ambulans dan darurat di Gaza utara.

“Mereka adalah orang-orang tak berdosa yang sedang berdoa... di mana seluruh dunia?” kata seorang pria, yang kehilangan putrinya, menantu laki-lakinya, dan cucu-cucunya dalam serangan itu.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi kepada CNN bahwa mereka menyerang kompleks itu. Mereka mengatakan, angkatan udaranya tepat menyerang teroris Hamas yang beroperasi di dalam pusat komando dan kendali Hamas yang tertanam di dalam gedung itu.

Militer juga mengatakan bahwa sebelum serangan udara, banyak langkah telah diambil untuk mengurangi risiko melukai warga sipil. Termasuk penggunaan amunisi presisi, pengawasan udara, dan informasi intelijen.

Kepada CNN, IDF mengatakan, data intelijen menyebut ada sekitar 20 pejuang Hamas dan Jihad Islam beroperasi dari gedung itu. IDF juga membantah jumlah korban tewas yang diberikan oleh otoritas Gaza.

Serangan hari Sabtu adalah yang kelima terhadap sebuah sekolah di Gaza oleh militer Israel sejak Minggu lalu, menurut laporan CNN sebelumnya.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB awal minggu ini mengatakan, mereka ngeri dengan pola yang berkembang dari serangan terhadap sekolah-sekolah di Gaza.

Aksi militer Israel di Gaza telah menewaskan hampir 40.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 90.000 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Hingga awal Juli, hampir 2 juta orang telah mengungsi di daerah kantong itu – hampir seluruh populasinya, menurut angka-angka dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Basal mengatakan, banyak dari korban tewas belum teridentifikasi dan yang lainnya petugas bawa ke rumah sakit dalam keadaan terluka parah.

“Masih banyak potongan tubuh dan tubuh yang tercabik-cabik di dalam rumah sakit Al-Ahli,” katanya. “Keluarga kesulitan mengidentifikasi anak-anak mereka.”

Seorang wanita, yang publik kenal sebagai Um Ahmed, mengatakan kepada CNN, dia tidak dapat menemukan suaminya setelah serangan itu. “Saya pergi mencari suami saya dan saya tidak melihat seorang pun, mereka semua terpotong-potong,” katanya.

Um Ahmed mengatakan kepada CNN bahwa masjid itu penuh dengan anak muda yang terpotong-potong setelah serangan itu.

“Mayat-mayat di sini tidak dapat teridentifikasi… semuanya adalah potongan-potongan tubuh,” kata seorang pria yang datang untuk memeriksa sekolah setelah mendengar tentang serangan itu saat salat subuh. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
X