KONTEKS.CO.ID - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah kebijakan blokade pelabuhan yang diberlakukan Washington.
Langkah ini memicu reaksi keras dari Teheran yang menilai tindakan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan global.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, secara terbuka mengkritik kebijakan tersebut dan mempertanyakan tujuan strategis di balik eskalasi yang terjadi.
Iran: Blokade AS Langkah Arogan
Baghaei menyebut, tindakan blokade sebagai bentuk sikap sepihak yang tidak mempertimbangkan dampak luas terhadap ekonomi dunia.
Ia juga menyinggung potensi kerugian yang justru bisa merugikan semua pihak.
Dalam unggahannya di platform X, ia mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut dengan nada sindiran tajam:
“Bisakah 'perang pilihan' ilegal dimenangkan melalui 'balas dendam pilihan' terhadap ekonomi global?! Apakah pernah ada gunanya memotong hidung sendiri untuk membalas dendam?!” katanya dikutip pada Rabu, 15 April 2026.
Pernyataan ini mencerminkan sikap Iran yang menilai kebijakan AS justru kontraproduktif.
Ancaman Trump Perkeruh Situasi
Ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan peringatan keras.
Ia menyatakan bahwa setiap kapal Iran yang mencoba mendekati wilayah blokade berisiko dihancurkan.
Melalui platform Truth Social, Trump juga mengklaim kekuatan laut Iran telah dilemahkan secara signifikan.
Ia bahkan menyebut sebanyak 158 kapal telah dihancurkan, serta memperingatkan sisa armada untuk tidak mendekati pasukan AS.
Pernyataan tersebut semakin memperuncing konflik dan menambah kekhawatiran akan potensi eskalasi militer.
Operasi CENTCOM Resmi Berlaku
Blokade ini merupakan bagian dari operasi yang dijalankan oleh United States Central Command.
Tujuannya adalah membatasi lalu lintas kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran.
CENTCOM menyatakan bahwa kebijakan tersebut akan diterapkan secara imparsial terhadap semua kapal, termasuk dari negara lain yang bersandar di pelabuhan Iran.
Namun, mereka juga menegaskan bahwa jalur pelayaran internasional tetap dibuka, khususnya untuk kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju pelabuhan non-Iran.
Langkah blokade ini memicu kekhawatiran luas karena wilayah Teluk Persia dan Teluk Oman merupakan jalur vital perdagangan energi dunia.
Gangguan di kawasan ini berpotensi berdampak langsung pada distribusi minyak dan stabilitas ekonomi global.***
Artikel Terkait
Pernyataan Trump Direspons Iran, Bakal Hancurkan Kapal Perang yang Dekati Selat Hormuz
Iran dan AS Gagal Capai Kata Sepakat, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 Per Barel
Geram Dikritik Paus Leo XIV soal Perang Iran, Trump Malah Bawa-bawa Nama Barack Obama
Sejumlah Menteri Israel Beri Sinyal Zionis Segera Serang Iran Lagi
Keterlaluan! Klaim Militer Iran Sudah Hancur Lebur, Trump Malah Bawa-bawa Nama 'Allah'