• Sabtu, 18 April 2026

Blokade AS terhadap Pelabuhan Iran Dinilai sebagai Aksi Balas Dendam Tak Bertanggung Jawab

Photo Author
Rizki Adiputra, Konteks.co.id
- Rabu, 15 April 2026 | 07:38 WIB
AS blokade pelabuhan Iran di tengah gencatan senjata (Foto: Altaf Qadri/AFP)
AS blokade pelabuhan Iran di tengah gencatan senjata (Foto: Altaf Qadri/AFP)

KONTEKS.CO.ID  - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah kebijakan blokade pelabuhan yang diberlakukan Washington.

Langkah ini memicu reaksi keras dari Teheran yang menilai tindakan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan global.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, secara terbuka mengkritik kebijakan tersebut dan mempertanyakan tujuan strategis di balik eskalasi yang terjadi.

Iran: Blokade AS Langkah Arogan

Baghaei menyebut, tindakan blokade sebagai bentuk sikap sepihak yang tidak mempertimbangkan dampak luas terhadap ekonomi dunia.

Baca Juga: Rupiah Melemah 1 Poin Jadi Rp17.105 per USD Senin Sore, Gejolak Global Memanas Imbas Blokade AS di Selat Hormuz

Ia juga menyinggung potensi kerugian yang justru bisa merugikan semua pihak.

Dalam unggahannya di platform X, ia mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut dengan nada sindiran tajam:

“Bisakah 'perang pilihan' ilegal dimenangkan melalui 'balas dendam pilihan' terhadap ekonomi global?! Apakah pernah ada gunanya memotong hidung sendiri untuk membalas dendam?!” katanya dikutip pada Rabu, 15 April 2026.

Pernyataan ini mencerminkan sikap Iran yang menilai kebijakan AS justru kontraproduktif.

Ancaman Trump Perkeruh Situasi

Ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan peringatan keras.

Ia menyatakan bahwa setiap kapal Iran yang mencoba mendekati wilayah blokade berisiko dihancurkan.

Melalui platform Truth Social, Trump juga mengklaim kekuatan laut Iran telah dilemahkan secara signifikan.

Ia bahkan menyebut sebanyak 158 kapal telah dihancurkan, serta memperingatkan sisa armada untuk tidak mendekati pasukan AS.

Pernyataan tersebut semakin memperuncing konflik dan menambah kekhawatiran akan potensi eskalasi militer.

Operasi CENTCOM Resmi Berlaku

Blokade ini merupakan bagian dari operasi yang dijalankan oleh United States Central Command.

Baca Juga: Israel Klaim Habisi Komandan AL Iran! Alireza Tangsiri Tewas dalam Operasi Presisi di Tengah Blokade Hormuz?

Tujuannya adalah membatasi lalu lintas kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran.

CENTCOM menyatakan bahwa kebijakan tersebut akan diterapkan secara imparsial terhadap semua kapal, termasuk dari negara lain yang bersandar di pelabuhan Iran.

Namun, mereka juga menegaskan bahwa jalur pelayaran internasional tetap dibuka, khususnya untuk kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju pelabuhan non-Iran.

Langkah blokade ini memicu kekhawatiran luas karena wilayah Teluk Persia dan Teluk Oman merupakan jalur vital perdagangan energi dunia.

Gangguan di kawasan ini berpotensi berdampak langsung pada distribusi minyak dan stabilitas ekonomi global.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rizki Adiputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
X