KONTEKS.CO.ID - Ketegangan geopolitik terus mengguncang pasar energi global setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen minyak dunia.
Penutupan ini menjadi bagian dari strategi Iran dalam konflik melawan AS dan Israel, sekaligus memicu lonjakan harga minyak dunia.
Meski demikian, upaya diplomasi masih berlanjut walau kabar terbaru negosiasi kedua negara berakhir buntu.
Baca Juga: AS dan Iran Saling Lempar Klaim Usai Negosiasi 21 Jam Berakhir Buntu
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar memastikan negaranya akan terus menjadi mediator.
“Sangat penting bagi para pihak untuk terus menjunjung tinggi komitmen mereka terhadap gencatan senjata,” katanya.
Ia juga berharap kedua pihak tetap menjaga semangat dialog atau negosiasi.
Baca Juga: Negosiasi 21 Jam AS Iran Gagal Total! Teheran Tolak Tuntutan 'Tak Masuk Akal' Washington Soal Nuklir
“Kami berharap kedua belah pihak terus melanjutkan semangat positif untuk mencapai perdamaian dan kemakmuran yang langgeng bagi seluruh kawasan dan sekitarnya,” kata Dar.
Sebelumnya gencatan senjata dua pekan yang disepakati pada 7 April sempat meredakan intensitas serangan di kawasan.
Kelompok Islamic Resistance in Iraq yang berafiliasi dengan Iran bahkan menyatakan akan menahan diri dari aksi ofensif selama periode tersebut.
Namun, perang yang dimulai sejak akhir Februari telah menelan korban besar dari pihak Iran.
Sejumlah tokoh penting harus tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani, serta Komandan Basij IRGC Gholamreza Soleimani.
Artikel Terkait
Iran Bantah Serang Negara Teluk di Tengah Gencatan Senjata, Tuding AS-Israel Biang Keroknya
Masih 'Sensitif', Dua Kapal Tanker RI Belum Bisa Lintasi Selat Hormuz: Dubes Iran Ungkap Protokol Ketat dan Kendala Teknis
IRGC Peringatkan Kapal Militer AS untuk Menghindari Selat Hormuz atau Wuzz Boom!
Biodata Jared Kushner, Menantu Trump Jadi 'Kartu As' Negosiasi AS Iran di Pakistan Meski Tanpa Jabatan Resmi