• Sabtu, 18 April 2026

Trump Disebut ‘Tunggangi’ Kristen Demi Perang, Tadhg Hickey: Ini Vulgar, Nggak Alkitabiah!

Photo Author
Rat Nugra, Konteks.co.id
- Kamis, 9 April 2026 | 21:00 WIB
Manipulasi narasi: Trump dituding 'persenjatai' Kristen demi gempur Iran. (Instagram @realdonaldtrump)
Manipulasi narasi: Trump dituding 'persenjatai' Kristen demi gempur Iran. (Instagram @realdonaldtrump)

KONTEKS.CO.ID - Presiden AS Donald Trump kembali memicu kontroversi panas.

Kali ini, aktivis sekaligus satiris asal Irlandia, Tadhg Hickey, melontarkan kritik pedas terkait cara Gedung Putih membungkus kebijakan luar negerinya di Timur Tengah dengan narasi agama.

Dalam program East Meets West di RT, Hickey menyoroti kontradiksi besar antara pesan alkitabiah yang kerap dibawa pejabat pemerintah dengan realitas konflik di lapangan.

Menurutnya, ada upaya sistematis untuk "mempersenjatai" Kekristenan demi memvalidasi agresi terhadap Iran.

Baca Juga: Biodata Haji Her, 'Sultan Madura' yang Viral Selipkan Uang di Menu MBG: Sukses Bisnis Tembakau hingga Bangun 1.000 Rumah!

Zionisme Kristen yang ‘Vulgar’

Hickey tidak menahan diri saat mendeskripsikan fenomena "Zionisme Kristen" di Amerika Serikat yang dianggapnya sebagai sokongan paling rakus terhadap kebijakan Israel.

"Ini adalah pemerasan paham Kekristenan yang menurut saya sangat mengerikan."

"Sungguh vulgar gagasan bahwa Yesus adalah semacam agen perang bagi orang-orang ini, dan tidak ada yang Kristen dalam nilai-nilai atau perilaku mereka," tegas Hickey.

Ia menilai Israel saat ini merasa memiliki impunitas atau kekebalan hukum total di Gaza.

Dukungan tanpa syarat dari Washington di bawah kepemimpinan "Trump 2.0" membuat negara-negara Barat cenderung menutup mata terhadap pelanggaran kemanusiaan yang terjadi.

Baca Juga: Sultan Madura Haji Her Digarap KPK! Skandal Mafia Cukai Rokok Rp45,5 M Terbongkar, Apa Peran Sang Crazy Rich?

Trauma Freedom Flotilla 2025

Kritik Hickey bukan tanpa alasan personal. Ia menceritakan pengalaman pahitnya saat ditahan otoritas Israel saat mencoba mengirimkan bantuan ke Gaza lewat Freedom Flotilla setahun lalu.

Ia menggambarkan fasilitas penahanan tersebut dengan istilah "penjara teroris".

"Kami diculik di perairan internasional... ditolak perawatan medis, tidak ada akses ke pengacara," ungkapnya. Hickey bahkan menceritakan seorang pria lansia berusia 75 tahun yang sempat dilarang mengakses insulin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rat Nugra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Paus Leo XIV Merespons Serangan Terbaru Trump

Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB
X