Greenpeace mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek nikel yang beroperasi di wilayah sensitif ekologis, termasuk Raja Ampat.
Raja Ampat Bukan Sekadar Destinasi Wisata
Sebagai rumah bagi 75 persen spesies terumbu karang dunia dan lebih dari 2.500 spesies ikan, Raja Ampat tak hanya berharga bagi Indonesia, tapi juga bagi planet ini.
Keindahan alamnya bukan sekadar magnet turisme, tapi juga penopang kehidupan masyarakat setempat.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Signifikan, Tembus Rp1,94 Juta Per Gram
Aksi damai ini bukan sekadar bentuk protes.
Ini adalah panggilan agar kita semua, mulai dari pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat umum, melihat kembali harga sebenarnya dari setiap produk yang kita konsumsi.
Termasuk nikel yang jadi bahan baku mobil listrik masa depan.***
Artikel Terkait
Gertak Kamboja, Angkatan Udara Thailand Kerahkan Jet Tempur F-5 Berteknologi Israel
Tiga WNI Nekat Masuk ke Mekkah untuk Berhaji Secara Ilegal Lewat Gurun, Seorang Meninggal Dunia
2 Jembatan Ambruk Timpa Kereta Api di Rusia, 7 Tewas-Puluhan Luka: Ada Bunyi Ledakan
Kronologi 3 WNI Nekat Masuk Makkah: Diturunin Sopir Taksi Gelap di Tengah Gurun, Ditemukan Drone Aparat Keamanan Saudi
Hubungan AS-China Kembali Memanas, Saling Menyalahkan Pelanggaran Kesepakatan Dagang