Operasi ini juga terhubung dengan sebuah marketplace daring bernama “W3LLSTORE” yang menjadi tempat jual beli akun hasil peretasan.
Baca Juga: Prestasi Internasional Mahasiswa UGM di Bidang Antariksa Tak Boleh Berhenti di Kompetisi
Dalam kurun waktu 2019 hingga 2023, platform tersebut dilaporkan memfasilitasi penjualan lebih dari 25 ribu akun yang telah diretas.
Pengungkapan ini menjadi salah satu langkah besar dalam memerangi kejahatan siber global.
Hal itu sekaligus peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik phishing yang semakin canggih dan terorganisir.***