nasional

Terungkap! Ternyata Ini Tujuan Prabowo Undang 1.200 Rektor dan Guru Besar se-Indonesia ke Istana

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:55 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres RI)

KONTEKS.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto mengundang sekitar 1.200 guru besar, rektor, dan pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia ke Istana Negara, Kamis, 15 Januari 2026.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat posisi pendidikan tinggi sebagai fondasi utama pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan agenda langsung Presiden dalam kapasitasnya sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan untuk berdiskusi dan membangun komunikasi strategis dengan kalangan akademisi.

Baca Juga: Plot Twist! Guru Besar UGM Gagal Masuk Istana, Nama Tak Terdaftar di List Setneg Meski Diundang Resmi

“Ini bagian dari agenda Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan untuk berdiskusi,” ujar Prasetyo.

Dalam forum tersebut, Presiden juga menyampaikan berbagai pandangan strategis, mulai dari kondisi terkini bangsa hingga dinamika geopolitik global yang berdampak langsung terhadap arah kebijakan nasional.

“Menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik, dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan,” lanjut Prasetyo.

Perguruan Tinggi Mitra Strategis

Menurut Prasetyo, komunikasi dengan dunia akademik menjadi krusial karena pemerintah memandang perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan nasional.

Karena itu, Kepala Negara secara aktif membuka ruang dialog dengan berbagai elemen, termasuk civitas academik.

“Oleh karena itulah Presiden melakukan banyak komunikasi dengan berbagai pihak, dan hari ini kebetulan jadwalnya adalah akan berdiskusi dan membangun komunikasi kepada para rektor, guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta, kurang lebih 1.200 undangan yang hari ini akan berdiskusi bersama dengan Bapak Presiden,” bebernya.

Pendidikan Jadi Prioritas Utama

Prasetyo menambahkan, agenda ini juga tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Presiden dalam satu pekan terakhir yang secara khusus menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan.

Baca Juga: Prabowo Tak Mau Setengah Jadi, Koreksi Desain dan Fungsi hingga Dorong Percepatan Pembangunan IKN

“Kalau saudara-saudara perhatikan, ini bagian dari kemarin dalam satu minggu, betul-betul kita ingin menjadikan pendidikan, karena memang kita pahami pendidikan adalah salah satu pondasi dan faktor kunci,” ucapnya.

Perkuat SDM demi Swasembada Pangan dan Energi

Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia diposisikan sejajar dengan target strategis lain seperti swasembada pangan dan swasembada energi.

Halaman:

Tags

Terkini