KONTEKS.CO.ID - Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo mengalami penurunan yang cukup kentara.
Menurut hasil survei nasional yang dilakukan Indikator pada 3-9 September 2025, angka kepuasan saat ini berada di level 58,9 persen.
Penurunan ini disebut-sebut terkait langsung dengan evaluasi publik terhadap kondisi umum nasional yang juga memburuk di berbagai bidang.
Baca Juga: Eric Cantona Kritik FIFA: Standar Ganda dalam Perlakuan ke Israel
Penurunan persentase kepuasan ini menandai periode kritis bagi pemerintahan yang baru berjalan, menunjukkan "bulan madu" dengan publik mulai berakhir.
Angka 58,9 persen ini kendati masih mayoritas, jauh dari posisi puncak dan mencerminkan adanya disonansi antara harapan masyarakat di awal kepemimpinan dengan implementasi kebijakan yang dirasakan saat ini.
Laporan Indikator mencatat evaluasi negatif pada sektor ekonomi, politik, dan penegakan hukum menjadi kontributor utama jebloknya angka kepuasan presiden.
Selain itu, menurunnya evaluasi atas kinerja demokrasi di Indonesia juga turut memperberat beban kinerja kepresidenan.
Secara khusus, laporan ini menyoroti bahwa berbagai isu kontroversial dan aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa daerah.
Hal itu memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap citra dan kepuasan kinerja Presiden Prabowo.
Baca Juga: Kolaborasi Kunci Media Berkualitas: Ning Lia Ajak Jurnalis Lokal Bangun Ekosistem Pers Berkelanjutan
Publik tampak sensitif terhadap peristiwa-peristiwa yang mereka anggap mengganggu stabilitas atau keadilan.
Temuan ini secara implisit mendesak Kabinet Prabowo–Gibran untuk segera melakukan penyesuaian strategi komunikasi dan kebijakan.