nasional

2 Kali Ancam Prabowo, Said Didu Heran Jokowi Masih Pelihara Relawan: Pergerakan Apa yang Terjadi?

Kamis, 25 September 2025 | 19:47 WIB
Muhammad Said Didu kritik penunjukan Muhammad Qodari sebagai Kepala KSP (Foto: YouTube/Forum Keadilan TV)

KONTEKS.CO.ID - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu melontarkan pernyataan mengejutkan.

Ia berujar bahwa mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah dua kali melontarkan pernyataan yang ditafsirkan sebagai 'ancaman' terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Melalui akun X-nya, @msaid_didu pada Minggu, 21 September 2025 ia mengatakan, tekanan atau ancaman politik Jokowi kepada Prabowo yang pertama terjadi pada 6 Juni 2025, ihwal isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Sedangkan yang kedua belum lama, yakni pada 19 September 2025. Saat itu, mantan Wali Kota Solo tersebut blak-blakan mendukung pasangan Prabowo-Gibran untuk berlanjut di periode kedua.

Baca Juga: Kapolri Salip Presiden Bentuk Tim Reformasi Polri, Said Didu Curigai Bentuk Perlawanan: Komandanku di Solo!

Pertama, 6 Juni 2025 soal pemakzulan Gibran. Pemilihan Presiden itu kata Didu, satu paket, maknanya jika ingin jatuhkan Gibran, maka Prabowo juga harus jatuh.

Sedangkan ancaman kedua pada 19 September 2025 dimaknai Didu bahwa jika Prabowo ingin maju sebagai Capres 2029 maka harus bersama Gibran.

"Jokowi ini berkali-kali mengancam Prabowo," ungkap Didu dalam podcast Madilog yang dipandu Indra J. Piliang dikutip dari channel YouTube Forum Keadilan TV yang tayang pada Rabu, 24 September 2025.

Dirinya mengaku heran terhadap sikap Jokowi yang memerintahkan relawan Bara JP untuk memberikan dukungan bagi Prabowo-Gibran untuk melanjutkan dua periode.

Baca Juga: Dicurigai Titipan Oligarki di Istana, Said Didu: Qodari Ingin Maruarar Jadi Menteri Keuangan

Hal tersebut semakin nyata membuktikan bahwa mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih aktif terlibat dalam politik dengan memelihara para relawan demi ambisi politiknya.

Didu juga curiga jika itu adalah siasat Jokowi untuk 'mengunci' posisi Gibran sebagai cawapres pendamping Prabowo jika ingin kembali maju pada Pilpres 2029 untuk periode keduanya.

"Tanpa ada angin, tanpa ada hujan, mantan Presiden Jokowi memerintahkan para relawannya untuk memperkuat konsolidasi bagi Prabowo-Gibran dua periode. Apa di balik pernyataan ini? Pergerakan apa yang terjadi? Karena seyogyanya seorang mantan presiden lebih banyak menyimak dia ataupun mengamati," pungkasnya.***

Tags

Terkini