nasional

Kementerian UMKM Perkuat Hilirisasi dan Digitalisasi Produksi Kratom di Kalimantan Barat

Jumat, 15 Agustus 2025 | 22:31 WIB
Asistensi produksi melalui layanan digital dan hilirisasi komoditas kratom.

Sejak dulu, tanaman ini telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat setempat.

Sebagai langkah nyata pengembangannya, Kementerian UMKM telah mengembangkan Factory Sharing atau Rumah Produksi Bersama (RPB) di 16 kabupaten/provinsi untuk berbagai komoditas unggulan. Ke depan, model RPB ini akan diarahkan untuk komoditas kratom.

“Pembangunan RPB untuk kratom menjadi intervensi strategis yang harus dilakukan agar usaha kecil bisa masuk dalam rantai nilai global,” kata Temmy.

Baca Juga: Subsidi Energi 2026 Dipatok Rp210,1 Triliun: Harga BBM, Gas LPG 3 Kg, Tarif Listrik Jadi Naik?

Selain hilirisasi, transformasi digital juga menjadi fokus lain. Kementerian UMKM melalui Asdep Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil sedang mengembangkan platform asistensi digital yang menyediakan bimbingan teknis dan manajemen produksi berbasis kolaborasi dengan BRIN dan industri teknologi informasi.

“Digitalisasi akan menjadi kunci efisiensi dan daya saing UMKM kita,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil, Kementerian UMKM Ali menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan, potensi, dan tantangan pengembangan kratom di Kalimantan Barat, menghimpun dukungan pemangku kepentingan, serta menyusun rencana aksi bersama.

Dalam kegiatan itu, sejumlah agenda disampaikan mencakup diskusi interaktif, sosialisasi platform digital berbasis Artificial Intelligence (AI), coaching clinic, dan kunjungan lapangan ke usaha kecil produsen kratom.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tetap Sehat, Rasio ke PDB Turun Jadi 30,5 Persen

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya saing usaha kecil, membuka lapangan kerja baru, dan berkontribusi nyata terhadap perekonomian daerah dan nasional.***

Halaman:

Tags

Terkini