Pada bulan Januari 2025, varian ini telah menyebar dengan cepat ke seluruh wilayah Asia dan negara lainnya, termasuk Amerika Serikat.
World Health Organization akan terus memantau perkembangan varian Nimbus akibat penyebarannya yang semakin meningkat dan risiko terkena dampaknya terhadap masyarakat.
Berdasarkan bukti yang ada, masyarakat tetap perlu waspada dan tidak panik untuk mengurangi risiko terkena virus tersebut.
Sama seperti varian Omicron sebelumnya, NB.1.8.1 cenderung lebih mudah menular.
Namun, sampai saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Covid Nimbus menyebabkan penyakit yang lebih parah dari varian sebelumnya.
Gejala Covid 19 Nimbus
Gejala Covid Nimbus paling umum meliputi batuk ringan, sakit tenggorokan, kelelahan, demam, nyeri otot, dan hidung tersumbat.
Pada beberapa kasus, kondisi ini juga menimbulkan masalah pencernaan, seperti mual dan diare.
Vaksin Covid-19 diperkirakan masih tetap efektif untuk melindungi tubuh dari infeksi dan gejala parah dari virus tersebut.
Selain vaksin, Anda bisa mengurangi risiko terpapar virus dengan mengenakan master yang menutupi hidung dan mulut saat bepergian.
Baca Juga: Kronologi Dugaan Korupsi Nadiem Makarim, Penyidik Sebut Ada Persekongkolan atau Pemufakatan Jahat
Jaga jarak fisik minimal 1 meter dari orang lain dan hindari tempat yang penuh kerumunan.
Pastikan juga untuk membuka jendela agar meningkatkan sirkulasi udara di dalam ruangan.