nasional

Isu Badai PHK dan Pengangguran Mulai Juni 2025, Istana Bilang Begini: Lapangan Kerja Baru Lebih Banyak

Selasa, 3 Juni 2025 | 21:56 WIB
Hasan Nasbi klaim, di tengah banyaknya PHK dan pengangguran, pertumbuhan lapangan kerja meningkat. (Instagram @hasan_nasbi)

KONTEKS.CO.ID - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) mengungkapkan adanya tren peningkatan PHK secara signifikan pada 2025 ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini terlihat dari kenaikan jumlah klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan pada 2025 yang rata-rata jauh lebih besar dari 2022-2024.

Ketua DJSN Nunung Nuryartono mengungkapkan, jumlah klaim JKP selama Januari-April 2025 total mencapai 52.850. Jika ditarik rata-rata, pada 2025 terdapat 13.210 klaim JKP per bulan.

Baca Juga: Profil Jenderal Agus Subiyanto: Dari Kopassus hingga Menjadi Panglima TNI

Angka ini meningkat tajam dari 2022 yang sebanyak 844 klaim per bulan, 2023 sebanyak 4.478 klaim per bulan, dan 2024 sebanyak 4.816 klaim per bulan.

"Kalau kita cermati rata-rata klaim JKP di tahun 2025, ini mengalami kenaikan yang tajam secara berturut-turut dari Januari, Februari, Maret, dan April sehingga ini juga memberikan indikasi bahwa memang terjadi PHK yang cukup signifikan," ujarnya saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, Jakarta.

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melaporkan angka PHK sebesar 26.454 hingga 20 Mei 2025. Jumlah ini diketahui bertambah dibandingkan angka PHK per 23 Maret 2025 yang dilaporkan menimpa sebanyak 24.036 orang.

Baca Juga: P2G Dukung Kebijakan Dedi Mulyadi Tapi Syaratnya: Terima yang Ini Tolak yang Itu

Kepala Kantor Komunikasi Presiden (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi mengklaim bahwa di tengah banyaknya PHK dan pengangguran, pertumbuhan lapangan kerja meningkat.

Hasan mengutip data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS). Dia mengatakan angka pengangguran terbuka turun, dari awalnya 4,82% menjadi 4,76%.

Selain itu, Hasan juga memaparkan pekerja penuh waktu atau di atas dan sama dengan 35 jam per minggu jumlahnya naik menjadi 66,19%, bertambah dari periode sebelumnya 65,6%. Kemudian, menurutnya, tingkat pekerja setengah pengangguran juga turun dari 8,8% menjadi hanya 8,5%.

Baca Juga: Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi PPSU DKI Jakarta

"Itu artinya angka pengangguran orang-orang yang benar-benar menganggur itu turun," sebut Hasan di Jakarta Pusat pada Selasa, 3 Juni 2025.

Di lain sisi, Hasan mengungkapkan penciptaan lapangan kerja tetap terjadi, kendati ada gelombang PHK di dalam negeri

Halaman:

Tags

Terkini