KONTEKS.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kebijakan baru terkait tarif impor pada awal April 2025 lalu.
Dalam kebijakannya itu, dia menetapkan tarif impor untuk Indonesia dari AS sebesar 32 persen.
Tak pelak, sejumlah sektor industri dalam negeri akan terdampak kebijakan yang dikeluarkan oleh Trump ini.
Baca Juga: Bank Indonesia Mati-Matian Stabilkan Nilai Tukar Rupiah di Tengah Tekanan Global
Seperti industri tekstil, furniture, elektronik, dan sebagainya.
Namun demikian, Presiden Prabowo memiliki pandangannya sendiri.
“Masalah (Presiden) Trump ini mungkin kita akan mengalami dampak yang berat,” kata Prabowo, menukil wawancara bersama pemimpin redaksi media massa nasional yang diunggah di YouTube Najwa Shihab pada Senin, 7 April 2025.
Baca Juga: Jadwal Liga 1 Pekan Ke-28, Kamis hingga Minggu, Persija Vs Persebaya Paling Ditunggu
“Terutama yang bisa kena adalah industri tekstil, sepatu, garmen, dan furniture ya ini berat, karena padat karya,” sambungnya.
Prabowo berjanji, pemerintah akan secepatnya mencari jalan keluar untuk mengatasinya.
Salah satunya adalah dengan membuka pasar baru.
"Tapi kita akan cari jalan keluar, kita harus berani mencari pasar baru, kita ini terlalu manja juga sih,” imbuhnya.
Baca Juga: JEGERR, Selasa Pagi Baru Dibuka IHSG Langsung Ambruk 9,19 Persen
Prabowo mengungkapkan, Indonesia terlalu tertarik pada pasar Amerika Serikat karena sejak awal sudah mengikuti pola dari Amerika.