KONTEKS.CO.ID - Kementerian Pertahanan menegaskan bersikap hati-hati dalam menyikapi temuan perangkat bawah laut misterius di perairan strategis Selat Lombok, NTB, beberapa waktu lalu.
Perangkat berbentuk torpedo sepanjang 3,7 meter itu sebelumnya ditemukan nelayan di utara Pulau Gili Trawangan.
Benda itu telah diamankan TNI Angkatan Laut untuk kepentingan investigasi lebih lanjut.
Baca Juga: Korea Tinggalkan Pemain Andalan, Thomas Cup 2026 Jadi Ajang Pertaruhan Generasi Baru
Kepala Biro Informasi Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait, menekankan pemerintah belum akan mengambil kesimpulan sebelum proses pemeriksaan rampung.
“Kami tidak ingin menarik kesimpulan prematur atau berspekulasi sebelum hasil resmi tersedia,” ujarnya.
Menurutnya, langkah utama saat ini adalah memastikan identifikasi menyeluruh terhadap alat tersebut.
Baca Juga: 209 Prajurit TNI AD Evakuasi Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar
Termasuk asal-usul, fungsi, serta data yang kemungkinan tersimpan di dalamnya.
Temuan ini menjadi perhatian karena lokasi penemuan berada di Selat Lombok.
Sebab, selat itu merupakan jalur penting yang menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik.
Baca Juga: KPK Garap Dua Pejabat Bank Indonesia Soal Aliran Dana CSR
Selain itu memiliki nilai strategis tinggi, baik secara ekonomi maupun pertahanan.
Sejumlah analis pertahanan sebelumnya mengaitkan perangkat tersebut dengan sistem pemantauan bawah laut.
Artikel Terkait
KM Mutiara Timur I yang Terbakar Tenggelam Bersama Puluhan Kendaraan di Selat Lombok
Kucurkan Rp43 Miliar untuk THR Pejabat dan PNS, Pemkab Lombok Tengah Coret PPPK Paruh Waktu
Sensor Bawah Laut China Ditemukan di Gili Trawangan NTB, Ancaman Sunyi di Selat Lombok
China Bantah Isu Militer di Selat Lombok, Pakar Nilai Sensor Laut Bisa Digunakan Lacak Kapal Selam