KONTEKS.CO.ID - Jusuf Kalla (JK) disebut akan menyampaikan klarifikasi terkait pernyataannya soal mati syahid dalam ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).
Juru bicara JK, Husain Abdullah mengatakan, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 itu akan memberikan klarifikasi pada Sabtu 18 April 2026.
"Pak JK ingin menyelesaikan ini dengan kepala dingin dan pendekatan dialog, seperti yang selalu beliau lakukan selama ini," kata Husain dalam keterangannya, Kamis 16 April 2026.
Baca Juga: Pearly Tan Mundur dari Uber Cup 2026 Karena Cedera Punggung, Rexy Mainaky Putar Otak!
Kekinian, kata Husain, JK masih berada di Jepang untuk meresmikan sejumlah masjid sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia.
Namun, JK tetap memberi perhatian terhadap polemik buntut pemotongan video ceramahnya di UGM tersebut.
Tak hanya itu, JK juga sebut berencana bertemu sejumlah tokoh Islam dan Kristen untuk menjelaskan langsung konteks utuh ceramahnya.
"Sehingga masalah tidak berkembang liar dan kerukunan umat beragama tetap terjaga," ujar Husain.
Sebelumnya, Jusuf Kalla dilaporkan ke polisi buntut pernyataannya saat ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada.
Adalah Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) dan sejumlah organisasi lainnya yang melaporkan JK. Mereka menilai, pernyataan JK dalam ceramah tersebut menuai polemik.
DPP GAMKI mengutip pernyataan JK yang dinilai kontroversial dan menyinggung konflik di Poso dan Ambon pada awal 2000-an.
Artikel Terkait
Jokowi Respons Desakan JK Agar Tunjukkan Ijazah ke Publik: Yang Menuduh Membuktikan!
Jokowi Sebut Langkah JK Laporkan Rismon ke Polisi Keputusan Bagus
Dilaporkan JK Soal Dugaan Fitnah Ijazah Palsu Jokowi, Rismon Sianipar Sebut Reproduksi AI, Tunjukkan Video Asli
Angkatan Muda Kristen Laporkan JK ke Polisi Buntut Ceramah di UGM
Kubu JK Duga Ada Upaya Pembungkaman Kasus Ijazah Palsu Jokowi Ddi Balik Laporan GAMKI