• Sabtu, 18 April 2026

Kubu JK Duga Ada Upaya Pembungkaman Kasus Ijazah Palsu Jokowi Ddi Balik Laporan GAMKI

Photo Author
Iqbal Marsya, Konteks.co.id
- Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB
Pelaporan DPP GAMKI terhadap mantan Wapres Jusuf Kalla JK ke Polda Metro Jaya diduga terkait kasus ijazah palsu Jokowi. (Foto: Instagram/@jokowi)
Pelaporan DPP GAMKI terhadap mantan Wapres Jusuf Kalla JK ke Polda Metro Jaya diduga terkait kasus ijazah palsu Jokowi. (Foto: Instagram/@jokowi)

KONTEKS.CO.ID – Kubu mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menduga ada agenda tersembunyi di balik laporan dugaan penistaan agama terkait ceramah mati syahid terhadap Wapres ke-10 dan 12 RI itu yang dilakukan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) ke Polda Metro Jaya.

Hal itu diungkap Juru Bicara JK, Husain Abdullah. Ia berpendapat, laporan itu berpeluang menjadi upaya pembungkaman terhadap JK yang belum lama ini bersuara menyarankan agar mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah aslinya guna menuntaskan polemik di publik.

“Memang menarik mencermati fenomena munculnya serangan sosmed terhadap Pak JK pascapelaporan sehubungan kasus ijazah Jokowi. Apakah serangan bertubi-tubi itu upaya dalam membungkam Pak JK? Bisa saja benar,” ungkap Husain dalam keterangan resminya, mengutip Rabu 15 April 2026.

Baca Juga: Viral Mobil Patwal Berhenti di Tikungan Maut Sitinjau Lauik, Kapolres Solok Kota Minta Maaf

Dia menyebut di media sosial banyak pernyataan bahwa pelaporan muncul setelah keluarnya saran JK yang meminta Jokowi menunjukkan ijazah aslinya agar persoalan segera selesai.

“Tetapi untuk membungkam Pak JK dengan pemutar balikan fakta dan mencari cari kesalahan yang sebenarnya tidak ada, bukan tanpa risiko balik. Buktinya saat ini, tanpa diminta justru banyak (pihak) yang membela Pak JK,” tutur Husain.

Dijelaskannya, dalam kasus ini sudah ada kalangan tokoh umat Kristiani yang sudah menemuinya. Pertemuan ini tentunya telah dikoordinasikan para tokoh ke kalangan di bawahnya.

Baca Juga: Nyali Nggak Kaleng-kaleng, Kapal Tanker China dengan Santainya Terobos Blokade AS di Selat Hormuz

“Dari para tokoh umat Kristiani banyak yang memberi pandangan posiitif dan mendukung Pak JK. Mereka meyakini niat baik dan ketulusan Pak JK. Tokoh-tokoh ini tentu berkomunikasi juga ke (arus) bawah,” tambahnya.

Ia menambahkan, pihak pelapor sendiri sampai sekarang belum ada yang berkomunikasi dengan JK. Pada sisi JK, sebut Husain, menilai bahwa dialog memang lebih bermartabat.

“Karena hal dilaporkan tidak jelas pelanggarannya di mana. Harusnya yang dilapor adalah yang memotong video lalu mem-posting-nya dengan narasi menyesatkan. Itulah biang kerok sebenarnya yang harus dilaporkan. Dia lah otak pengadu domba,” tegas Husain.

Baca Juga: Momen Hangat Prabowo Rayakan Ultah ke-37 Seskab Teddy di Paris, Terima Potongan Kue Pertama

Jubir JK, Husain Abdullah sebelumnya mengatakan, video pernyataan JK dalam ceramah di Masjid UGM pada 5 Maret 2026 diduga telah terpotong dan dibumbui narasi yang melenceng.

Husain menyarankan agar pihak pelapor terlebih dahulu melakukan kajian secara utuh konteks pernyataan yang beredar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iqbal Marsya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X