• Sabtu, 18 April 2026

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Perkuat Peran UMKM dalam Rantai Pasok Program Prioritas Nasional

Photo Author
Eko Priliawito, Konteks.co.id
- Rabu, 15 April 2026 | 21:03 WIB
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza saat Sosialisasi Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Jakarta, Rabu, 15 April 2026. (Dok: Kementerian UMKM)
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza saat Sosialisasi Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Jakarta, Rabu, 15 April 2026. (Dok: Kementerian UMKM)

Melalui ajang ini, LKPP melihat peluang besar untuk memperkuat ekosistem yang inklusif, transparan, dan berpihak pada produk dalam negeri, sekaligus memperluas keterlibatan pengusaha UMKM dalam pengadaan nasional. 

Ketua Umum HIPPINDO dan ATTEC, Budihardjo Iduansjah, menambahkan bahwa sektor konsumsi, termasuk ritel modern, merupakan penggerak utama ekonomi nasional. Ia menilai Inabuyer B2B2G Expo 2026 dapat memperkuat konektivitas antara belanja pemerintah, kebutuhan sektor swasta, dan kapasitas produksi dalam negeri. 

“Ajang ini menciptakan permintaan yang nyata dan terintegrasi, sehingga mendorong perputaran ekonomi yang lebih besar di dalam negeri,” ujar Budihardjo. 

Melalui gerakan nasional Belanja di Indonesia Aja (BINA), ia juga mendorong pemenuhan kebutuhan sektor ritel, industri, hingga pariwisata menggunakan produk dalam negeri. 

Baca Juga: SP3 Kasus Ijazah Jokowi Disebut Pihak Rismon Sianipar Sudah Final, Tinggal Tunggu Pengumuman Resmi

Menurutnya, Inabuyer menjadi platform penting untuk menghadirkan lebih banyak produsen lokal, termasuk pengusaha UMKM, agar terhubung langsung dengan pasar yang lebih luas. 

Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, Inabuyer B2B2G Expo 2026 difokuskan pada keterlibatan langsung pengusaha UMKM dalam program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Perumahan Rakyat, dan Sekolah Rakyat. 

Pendekatan ini memberikan peluang konkret dan berkelanjutan bagi pengusaha UMKM untuk terhubung dengan kebutuhan pasar yang nyata. 

Berbagai agenda strategis turut disiapkan, mulai dari business matching, pameran produk, diskusi panel, hingga penandatanganan nota kesepahaman dan kontrak kerja sama. 

Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan pasar dengan kapasitas produksi, sekaligus memperkuat posisi pengusaha UMKM dalam rantai pasok nasional. 

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.504,3 Triliun per Februari 2026

Selain itu, expo ini juga memperluas peluang partisipasi pengusaha UMKM ke sektor yang lebih luas, termasuk proyek infrastruktur publik serta ekosistem ritel modern seperti pusat perbelanjaan. 

Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dan memperluas akses pasar bagi produk lokal. 

Aspek pemulihan ekonomi turut menjadi perhatian melalui program Showcase UMKM Bangkit, yang menghadirkan pengusaha UMKM dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana. 

Melalui program ini, mereka didorong untuk kembali mengakses pasar dan membangun kemitraan baru, sehingga mempercepat pemulihan usaha secara berkelanjutan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Eko Priliawito

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X