KONTEKS.CO.ID - Sebanyak 23 personel Korps Marinir TNI AL tertimbun longsor di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Dari jumlah tersebut, empat marinir dipastikan meninggal dunia, sementara 19 lainnya masih dalam pencarian.
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali membenarkan peristiwa tersebut.
Baca Juga: Mengulik Toyota Land Cruiser Kebal RPG yang Menyelamatkan Wali Kota Shariff Aguak di Filipina
Ia mengatakan longsor terjadi pada 24 Januari saat para marinir tengah menjalani kegiatan latihan.
“Benar, ada 23 personel Marinir yang tertimbun longsor. Empat sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara yang lain masih belum ditemukan,” kata Ali, Senin, 26 Januari 2026.
Menurut Ali, para marinir tersebut sedang melaksanakan latihan sebagai bagian dari persiapan penugasan ke wilayah perbatasan Papua–Papua Nugini.
Baca Juga: Kapolri Janjikan Panggilan Darurat 110 Direspons Maksimal 10 Detik, Polisi Datang ke TKP 10 Menit
Lokasi latihan berada di sekitar kawasan permukiman yang terdampak longsor.
Hingga kini, upaya pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan 19 personel yang dilaporkan hilang.
Tim SAR gabungan terus berusaha yang terbaik untuk mencari korban yang masih hilang.***
Artikel Terkait
Dipimpin Wakil Panglima TNI, Jenderal Didikan Kopassus dan Marinir Hantu Laut Saling Pindah Tugas Strategis
TNI AL Gandeng Perusahaan Norwegia untuk Pengadaan Penyapu Ranjau Laut
Ahli Geologi Sebut Banjir Lumpur Maut Bandung Barat Dipicu Jebolnya Bendungan Alam Longsor
23 Prajurit Marinir TNI Jadi Korban Longsor Cisarua