KONTEKS.CO.ID - Melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat 2026, organisasi Gerakan Rakyat secara resmi memutuskan bertransformasi menjadi Partai Gerakan Rakyat. Dalam forum tersebut, Sahrin Hamid ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat.
Keputusan strategis ini diambil melalui mekanisme musyawarah nasional (Rakernas) I yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Minggu, 18 Januari 2026. Acara ini dihadiri oleh perwakilan daerah serta unsur pimpinan organisasi dari berbagai wilayah.
Rakernas I menjadi tonggak penting perubahan arah gerakan dari organisasi masyarakat menjadi partai politik.
Pasca-deklarasi transformasi, Partai Gerakan Rakyat menyatakan komitmennya untuk memenuhi seluruh persyaratan struktural dan administratif sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Baca Juga: Fakta dan Spesifikasi ATR 42-500, Pesawat Turboprop yang Jatuh di Bulusaraung
Langkah yang akan ditempuh meliputi pembentukan kepengurusan di tingkat pusat dan daerah, pelengkapan dokumen administrasi, serta penguatan struktur organisasi secara nasional.
Partai Gerakan Rakyat juga menegaskan akan mengawal proses pendaftaran ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) hingga memperoleh pengesahan sebagai badan hukum partai politik.
Proses tersebut menjadi tahapan awal untuk memastikan partai dapat berpartisipasi secara sah dalam sistem demokrasi nasional.
Transformasi ini menandai babak baru perjalanan Gerakan Rakyat dalam kancah politik Indonesia, dengan tujuan memperluas peran dan partisipasi dalam proses demokrasi melalui jalur kepartaian.
Baca Juga: 15 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2026
Dalam pidato perdananya menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin menegaskan bahwa Partai Gerakan Rakyat lahir sebagai jawaban atas kondisi politik saat ini yang cenderung elitis.
Ia menekankan bahwa Partai Gerakan Rakyat terinspirasi dari visi keadilan sosial yang selama ini dibawa oleh Tokoh Inspiratif sekaligus Anggota Kehormatan 001 Gerakan Rakyat, Anies Rasyid Baswedan.
“Keadilan dan kesetaraan yang selama ini diperjuangkan oleh Anies Rasyid Baswedan secara personal, saat ini tidak lagi menjadi perjuangan personal, tapi sudah menjadi perjuangan institusional melalui Partai Gerakan Rakyat,” ujar Sahrin.
Sahrin juga menggarisbawahi bahwa kekuatan utama partai ini adalah Gotong Royong. Sejak tahun 2023 hingga 2026, seluruh kegiatan Gerakan Rakyat dilakukan secara swadaya dan patungan oleh para anggota, bukan oleh kekuatan oligarki atau dinasti politik.***
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Sudah Waktunya Bencana di Sumatra Ditetapkan Jadi Bencana Nasional, Belum Terlambat
Anies Gabung Ormas Gerakan Rakyat, Pengamat: Curi Start Pilpres 2029 dan Bangun Daya Tawar
Keputusan Anies Gabung Ormas Gerakan Rakyat Dinilai Terkait Menguatnya Wacana Koalisi Permanen
Terungkap! Ternyata Ini Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bahas Anies Baswedan di Mens Rea
Anies Baswedan: Negara Wajib Lindungi Influencer yang Diteror