• Sabtu, 18 April 2026

Breaking News: Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung, Cuaca Buruk Hambat Evakuasi

Photo Author
Rizki Adiputra, Konteks.co.id
- Minggu, 18 Januari 2026 | 09:43 WIB
Pesawat ATR 42-500 akhirnya ditemukan, evakuasi tunggu cuaca membaik (Foto: X/@ATRaircraft)
Pesawat ATR 42-500 akhirnya ditemukan, evakuasi tunggu cuaca membaik (Foto: X/@ATRaircraft)

 

Informasi tersebut diterima Kementerian Perhubungan dari otoritas penerbangan setelah komunikasi dengan pesawat terputus saat mendekati wilayah Sulawesi Selatan.

Pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Indonesia Air Transport (IAT) itu merupakan pesawat produksi tahun 2000 dengan nomor seri 611. Saat kejadian, pesawat tengah menjalani penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Penerbangan tersebut dipimpin oleh Pilot in Command Capt. Andy Dahananto. Kontak terakhir terjadi sebelum pesawat memasuki area udara Sulawesi Selatan, setelah itu komunikasi tidak lagi terjalin.

Baca Juga: Bojan Hodak Bongkar Alasan Sebenarnya Pinjamkan Duo Hehanussa ke Persik Kediri

Maros Jadi Fokus Awal Pencaria

Sejak laporan hilang kontak diterima, tim SAR memusatkan pencarian di wilayah Kabupaten Maros.

Daerah ini menjadi perhatian karena memiliki bentang alam pegunungan kapur dengan kontur terjal serta akses yang terbatas, baik dari darat maupun udara.

Kondisi geografis tersebut turut memperlambat proses pencarian, terlebih dengan cuaca yang berubah cepat dan jarak pandang terbatas di kawasan pegunungan.

Di tengah upaya pencarian, pihak Bandara Adisutjipto Yogyakarta membuka posko layanan informasi bagi keluarga kru dan penumpang.

Baca Juga: TNI AU Terjunkan Helikopter H225M Caracal: Misi Tempur Cari Pesawat ATR 42 500 yang Hilang di Maros!

Posko tersebut disiapkan untuk memberikan pembaruan resmi terkait perkembangan operasi SAR dan langkah lanjutan evakuasi.

Sementara itu, AirNav Indonesia menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) guna mengatur lalu lintas penerbangan di sekitar wilayah pencarian demi menjamin keselamatan aktivitas udara.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga telah mulai menghimpun data awal sebagai bagian dari proses investigasi penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport tersebut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rizki Adiputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X