• Sabtu, 18 April 2026

Badan Karantina Indonesia Larang Impor Babi dan Produk Turunannya dari Spanyol, Gara-Gara Demam Babi Afrika

Photo Author
Ari DP, Konteks.co.id
- Selasa, 6 Januari 2026 | 20:45 WIB
Ilustrasi babi impor yang masuk ke Indonesia. (Barantin)
Ilustrasi babi impor yang masuk ke Indonesia. (Barantin)

KONTEKS.CO.ID - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melarang impor daging babi dan produk turunannya dari Spanyol.

Ini menyusul laporan wabah African Swine Fever (ASF) di negara tersebut.

Deputi Karantina Hewan Barantin, Sriyanto, mengatakan kebijakan itu didasarkan pada laporan resmi Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) terkait wabah ASF di Barcelona.

“Berdasarkan laporan WOAH, kami telah memerintahkan seluruh unit teknis Barantin dan petugas karantina untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan terhadap daging babi dan produk olahannya yang berasal dari Spanyol,” ujarnya dalam keterangan, Selasa, 6 Januari 2026.

Baca Juga: Janji Delcy Rodriguez setelah Dilantik Jadi Presiden Interim Venezuela

Sriyanto menjelaskan WOAH mencatat kasus tersebut sebagai kemunculan kembali penyakit yang sebelumnya dinyatakan berhasil diberantas.

Hal ini merujuk pada kembali munculnya ASF setelah Spanyol dinyatakan bebas penyakit itu sejak 1994.

Sebagai langkah pencegahan, Barantin menutup akses masuk daging babi dan produk turunannya dari Spanyol, hingga situasi kesehatan hewan dinyatakan pulih berdasarkan laporan resmi WOAH.

Baca Juga: Liam Rosenior Sepakat Lisan Menangani Chelsea, Gantikan Enzo Maresca

“Jika ditemukan daging babi impor dari Spanyol, tindakan karantina akan dilakukan, termasuk penolakan dan atau pemusnahan,” katanya.

Barantin juga menggandeng sejumlah instansi terkait untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di pintu-pintu masuk dan keluar.

Termasuk bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas, mengenai risiko ASF.

Baca Juga: Anggota DPR: Harus Ada Transparansi Jika Luhut Binsar Pandjaitan Diperiksa Terkait PT Toba Pulp Lestasi

ASF merupakan penyakit yang disebabkan virus dan sangat mudah menular pada babi ternak maupun babi liar, dengan tingkat kematian yang dapat mencapai 100 persen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ari DP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X