• Sabtu, 18 April 2026

Curah Hujan Capai 4.000 Mm, Berikut Daftar Wilayah Paling Basah Sepanjang 2026 Versi BMKG

Photo Author
Rizki Adiputra, Konteks.co.id
- Selasa, 23 Desember 2025 | 15:00 WIB
BMKG prediksi sejumlah wilayah Indonesia akan sangat basah pada tahun 2026 (Foto: Ilustrasi/Freepik)
BMKG prediksi sejumlah wilayah Indonesia akan sangat basah pada tahun 2026 (Foto: Ilustrasi/Freepik)

Pola Hujan Bulanan Sepanjang 2026

BMKG juga merinci prakiraan curah hujan bulanan sepanjang 2026. Pada Januari, hujan diprediksi relatif tinggi di banyak wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

 

Kondisi hujan sangat tinggi masih berpotensi berlanjut pada Februari, khususnya di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.

Memasuki Maret hingga April 2026, curah hujan umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi, dengan potensi hujan sangat tinggi di Jawa Tengah dan Papua Tengah.

Peralihan menuju musim kemarau mulai terasa pada Mei hingga Juni.

“Untuk Mei–Juni, di mana kita secara gradual transisi ke musim kemarau, umumnya diprediksi pada kategori rendah hingga menengah. Kita perlu mewaspadai curah hujan sangat rendah yang berpeluang mulai terjadi di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur,” terang Ardhasena.

Puncak Musim Kemarau

BMKG memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga September 2026.

“Untuk bulan Juli hingga September 2026, ini masih di periode musim kemarau. Umumnya kategorinya rendah hingga menengah. Curah hujan sangat rendah yang perlu kita waspadai berpeluang terjadi di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Sementara itu, Oktober menandai awal peralihan menuju musim hujan di sebagian wilayah barat Indonesia.

Hujan diprediksi kembali mendominasi pada November hingga Desember 2026, dengan potensi hujan sangat tinggi di sejumlah daerah.

“November hingga Desember 2026, umumnya prediksi berada pada kategori menengah hingga tinggi. Pada periode ini, curah hujan sangat tinggi berpeluang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan,” tutup dia.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk memanfaatkan informasi ini sebagai dasar mitigasi risiko, baik dalam menghadapi potensi banjir di musim hujan maupun kekeringan saat kemarau.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Rizki Adiputra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X