KONTEKS.CO.ID – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menyebut ada empat tafsir politik di balik penghapusan siluet Joko Widodo (Jokowi) dan penggantian logo Pro Jokowi (Projo) hingga Budi Arie hendak masuk partai politik.
"Pertama, pergantian logo mungkin Budi Arie akan merapat ke Prabowo dan meninggalkan sang idolanya, Jokowi," kata Jerry kepada KONTEKS melalui sambungan telepon di Jakarta pada Senin, 3 November 2025.
Kedua, lanjut Jerry, bisa jadi namanya diubah bukan lagi Projo seiring arah dan dukungan politik Projo kepada pemerintahan Prabowo Subianto.
"Ketiga, cari aman, bahasa kerennya cari safety," ucapnya.
Jerry menjelaskan, langkah tersebut dilakukan Projo karena Ketua Umum (Ketum)-nya, Budi Arie Setiadi, hendak cari aman dengan merapat ke partai penguasa.
"Beberapa waktu lalu, namanya disebut juga dalam salah satu kasus," ujarnya.
Keempat, Budi Arie ingin kembali masuk kabinet. Untuk mencapai itu, maka kali ini harus melalui partai politik, makanya dia berupaya merapat ke parpol penguasa setelah kena reshuffle beberapa waktu lalu.
"Saya yakin dia enggak ke PSI, ya ke Gerindra. Jadi cari kursi, cari posisi baru, ini mungkin sudah mulai sadar," tandasnya.***
Artikel Terkait
Budi Arie Seolah Enggan Projo Dikaitkan Jokowi, Pengamat: Bagaimanapun Publik Tahu
Projo Balik Haluan: Budi Arie Umumkan Dukung Prabowo dan Ganti Logo, Mantan Relawan Jokowi Jadi Sorotan
Politik 'Ganti Kulit', Sindiran Pedas Ray Rangkuti Projo Ganti Logo: Demi Kekuasaan, Idealisme Ditinggal
Kejamnya Jejak Digital: Budi Arie Bantah Projo Singkatan 'Pro Jokowi', Video 2018 Kembali Viral Bikin Warganet Murka
Hapus Siluet dan Ubah Logo, P3S: Projo-Jokowi Sudah Jatuh Talak Tiga Politik