• Sabtu, 18 April 2026

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan BRICS

Photo Author
Eko Priliawito, Konteks.co.id
- Selasa, 9 September 2025 | 08:25 WIB
Presiden Prabowo menghadiri BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin, 8 September 2025 malam.
Presiden Prabowo menghadiri BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin, 8 September 2025 malam.

KONTEKS.CO.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara BRICS. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin, 8 September 2025 malam.

Pertemuan tersebut dihadiri para pemimpin negara anggota BRICS, di antaranya Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishhankar mewakili PM India Narendra Modi.

Kemudian juga Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, serta Presiden Brazil Lula da Silva yang menjadi ketua BRICS tahun 2025.

Dalam pernyataannya, Prabowo menilai BRICS kini menjadi salah satu pilar stabilitas dunia di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga: Cerita Budi Arie Dicopot dari Kursi Menkop Dua Jam Usai Rapat di DPR

Ia menyinggung bahwa multilateralisme sedang menghadapi tantangan serius, sementara praktik standar ganda hukum internasional semakin terasa.

“Indonesia menganggap BRICS sebagai pilar stabilitas dan harapan yang sangat kuat dalam situasi geopolitik internasional saat ini. Sekarang kita mengalami dunia yang penuh dengan instabilitas dan juga dunia di mana konsep multilateralisme sedang menghadapi tantangan,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menekankan kekuatan besar BRICS yang kini mewakili lebih dari separuh populasi dunia dengan kontribusi ekonomi global yang signifikan.

“BRICS sekarang memiliki populasi lebih dari 55% di dunia. Kita memiliki global GDP lebih dari 40%. BRICS memiliki negara dengan ekonomi terbesar, negara terbesar secara populasi, pasar terbesar, dan negara dengan sumber daya alam terbesar—sumber daya kritis,” jelasnya.

Baca Juga: Reshuffle Kabinet, Transformasi dari Dejokowinisasi ke Gerindranisasi

Indonesia Dukung Inisiatif BRICS

Presiden menegaskan pentingnya menjaga keterbukaan dan memperkuat koordinasi antaranggota BRICS. Ia juga menyatakan dukungan terhadap inisiatif yang diambil, termasuk kepemimpinan Presiden Lula da Silva.

“Kita harus menjaga keterbukaan, kita harus teruskan koordinasi dan kerja sama ini. Kami mendukung inisiatif-inisiatif yang diambil, kami menghormati kepemimpinan Presiden Lula, dan Indonesia berkomitmen untuk bekerja lebih dekat dengan semua negara BRICS,” katanya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Eko Priliawito

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X