• Sabtu, 18 April 2026

Aktivis 98 Makin Kuat Desak Presiden Copot Kapolri, Kabarhakam, dan Kapolda Metro Jaya, Dikasih Waktu 1x24 Jam

Photo Author
Ari DP, Konteks.co.id
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 15:54 WIB
Jajaran Aktivis 98. (Istimewa)
Jajaran Aktivis 98. (Istimewa)

KONTEKS.CO.ID - Barisan Aktivis 98 mendesak Presiden Prabowo segera mencopot Kapolri beserta jajaran yang bertanggung jawab langsung atas meningkatnya eskalasi kerusuhan di berbagai daerah.

Mereka menilai kepemimpinan Polri gagal menjaga ketertiban dan justru menjadi bagian dari sumber persoalan, khususnya dalam kasus kematian pengemudi ojek online, Affan Kurniawan.

“Pencopotan Kapolri, Kabaharkam, dan Kapolda Metro Jaya adalah harga mati. Ini bentuk pertanggungjawaban atas tindak kekerasan yang selalu berulang terhadap rakyat dan kegagalan mengendalikan situasi di lapangan,” tegas pernyataan resmi Aktivis 98, Sabtu (30/8/2025).

"Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindak kekerasan dan pembunuhan yang selalu dilakukan berulang terhadap rakyat dan ketidakmampuan mengatasi eskalasi kerusuhan di lapangan secara presisi."

Baca Juga: Barakuda Brimob Lindas Driver Ojol hingga Tewas, Aktivis 98 Desak Prabowo Copot Kapolri dan Kapolda Metro

Aktivis 98 juga menyebut publik semakin sulit mempercayai proses hukum yang dijalankan Polri.

Meski institusi kepolisian telah mengumumkan penangkapan tujuh orang yang disebut sebagai pelaku pembunuhan Affan, kecurigaan masyarakat tetap tinggi.

“Dengan seluruh perilaku manipulatif Polri yang selama ini dirasakan, rakyat sulit percaya tujuh orang inilah yang benar-benar berada di Barakuda yang melindas Affan," kata jajaran Aktivitas 98.

Baca Juga: Kecam Aksi Represif Polisi Lindas Driver Ojol dengan Rantis Brimob, Aktivis GMNI se-Indonesia Tuntut Keadilan: Salah Satunya Pecat Kapolri!

"Terlebih di media sosial sudah muncul keraguan tentang adanya ‘pemeran pengganti’.”

Kritik itu tidak berhenti pada kasus Affan. Aktivis 98 menilai krisis kepercayaan terhadap Polri sudah mengakar dan menuntut langkah perombakan menyeluruh.

Menurut mereka, hanya dengan reformasi total, kepolisian bisa kembali mendapat legitimasi rakyat.

Baca Juga: Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK, Ubedilah Badrun: Cederai Citra aktivis 98, Noel Garisnya Sampai di Situ

“Sudah saatnya reformasi di tubuh Polri dijalankan secara serius, bukan hanya jargon. Tanpa itu, kekerasan aparat akan terus berulang dan kerusuhan sulit dikendalikan,” tegas Aktivis 98.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ari DP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X