KONTEKS.CO.ID – Latihan gabungan Super Garuda Shield 2025 di Indonesia memberikan pengalaman berharga bagi tentara muda Amerika Serikat atau AS.
Untuk pertama kalinya, prajurit Divisi Lintas Udara ke-11 menembakkan rudal Stinger dalam latihan tembak langsung, Selasa 26 Agustus 2025.
Rudal Stinger merupakan sistem pertahanan udara portabel yang dirancang untuk menghancurkan pesawat terbang rendah, helikopter, hingga sistem nirawak.
Baca Juga: Super Garuda Shield 2025 Catat Sejarah, Rudal Stinger Pertama Kali Ditembakkan
“Saya baru pertama kali menembakkan senjata ini. Kami bangun lebih pagi untuk latihan, menyiapkan perlengkapan, dan memastikan semua siap,” ujar Prajurit Jackson Muse, anggota infanteri Divisi Lintas Udara ke-11.
Bagi pimpinan lapangan, momen tersebut tidak kalah penting.
Latihan ini menjadi kesempatan untuk menilai kesiapan pasukan sekaligus membangun kepercayaan diri mereka.
Baca Juga: India Uji Rudal Nuklir Jelang PM Modi Kunjungan ke China, Jangkauannya 5.000 Kilometer
“Dengan Muse ikut serta, artinya ia solid, mematikan, melakukan hal yang benar, dan tampil sesuai standar,” kata Sersan Rogelio Munoz dari infanteri Divisi Lintas Udara ke-11.
“Saya senang kami mendapat kesempatan datang ke sini dan mengenai target dengan efektif, seperti yang sudah kami latihkan.”
Latihan ini menunjukkan bahwa keterlibatan prajurit dalam situasi nyata bukan hanya memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan dan kesiapan tempur pasukan secara keseluruhan.***
Artikel Terkait
Asal-usul Tarik Tambang, dari Latihan Militer China hingga Lomba Rakyat di HUT RI
Latihan Militer Super Garuda Shield Digelar di Tiga Daerah, Marinir Korea Selatan Debut
Latihan Militer Super Garuda Shield 2025 Dimulai, Ini Tiga Lokasi yang Dipakai
Tiga Matra Pasukan Bela Diri Jepang Ikut Super Garuda Shield 2025 secara Penuh