KONTEKS.CO.ID – Latihan gabungan Super Garuda Shield 2025 mencatat sejarah dalam penggunaan artileri di lapangan.
Sejarah itu adalah untuk pertama kalinya, prajurit Divisi Lintas Udara ke-11 militer AS (Amerika Serikat) menembakkan rudal FIM-92 Stinger di Indonesia dalam sesi latihan tembak langsung, Selasa lalu.
Rudal Stinger merupakan sistem pertahanan udara portabel yang dirancang untuk menghancurkan pesawat terbang rendah, helikopter, hingga sistem nirawak.
Baca Juga: Tiga Matra Pasukan Bela Diri Jepang Ikut Super Garuda Shield 2025 secara Penuh
Kemampuan ini dianggap penting dalam menjaga keamanan ruang udara di medan operasi.
“Ini bukan hanya pertama kalinya bagi Divisi Lintas Udara ke-11, tetapi juga pertama kalinya kemampuan ini digunakan di Indonesia,” ujar Kapten Kaden Cox, perwira penanggung jawab latihan tembak dari militer AS.
Latihan yang berlangsung di Indonesia ini tidak hanya bersejarah dari sisi penggunaan rudal, tetapi juga menunjukkan eratnya kerja sama pertahanan di kawasan Indo-Pasifik.
Sekitar 100 personel militer dari AS, Indonesia, Australia, dan Kanada ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Baca Juga: Latihan Militer Super Garuda Shield 2025 Dimulai, Ini Tiga Lokasi yang Dipakai
“Bekerja sama dengan mitra kami sangat luar biasa. Warga Indonesia sangat ramah dan membantu dalam koordinasi ruang udara maupun lapangan latihan,” tambah Cox.
Pelaksanaan tembak langsung rudal Stinger ini sekaligus mempertegas pentingnya latihan bersama sebagai sarana meningkatkan interoperabilitas, memperkuat pertahanan udara, serta mempererat kemitraan strategis antarnegara di kawasan Indo-Pasifik.***
Artikel Terkait
Spesifikasi Lengkap Maung MV3 Garuda Limousine
Latihan Militer Super Garuda Shield Digelar di Tiga Daerah, Marinir Korea Selatan Debut
Profil Kapuspen Brigjen TNI Mar Freddy Ardianzah, Sosok 'Hantu Laut' di Balik Tokoh ‘Super Marines’ Pemberantas COVID-19
Latihan Militer Super Garuda Shield 2025 Dimulai, Ini Tiga Lokasi yang Dipakai