KONTEKS.CO.ID - Investor legendaris asal Amerika Serikat, Ray Dalio, melontarkan sindiran tajam terkait praktik nepotisme dalam unggahan media sosialnya.
Pernyataan ini muncul di tengah isu yang beredar mengenai mundurnya Dalio dari jajaran Dewan Penasihat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), hanya dua bulan setelah pengumuman resminya bergabung.
“Jangan gunakan pengaruh pribadi untuk membantu seseorang mendapatkan pekerjaan,” tulis Dalio melalui akun Instagram resminya, @raydalio, seperti dikutip pada Kamis, 29 Mei 2025.
Walau tidak secara eksplisit menyebut pihak tertentu, unggahan itu mengisyaratkan penolakannya terhadap intervensi kekuasaan atau relasi dalam proses perekrutan.
Baca Juga: Ray Dalio Urung Gabung Danantara, Investasi Bakal Tetap Berlanjut?
Dalio menegaskan langkah semacam itu merusak prinsip dasar meritokrasi, yaitu sistem yang menilai berdasarkan kemampuan dan prestasi, bukan koneksi.
Menurutnya, praktik semacam ini hanya akan merugikan semua pihak yang terlibat: calon pekerja menjadi tampak tidak kompeten, otoritas perekrut kehilangan integritas, dan pihak berpengaruh pun tercoreng karena memaksakan kepentingan pribadi.
“Ini adalah bentuk korupsi yang merayap dan tidak boleh dibiarkan,” tambah Dalio dalam unggahannya.
Sementara, CEO Danantara, Rosan Roeslani, membantah kabar bahwa Dalio mundur dari dewan penasihat.
Baca Juga: Profil Ray Dalio, Orang Terkaya Nomor 124 Dunia, Dekat dengan Presiden Prabowo
Ia menegaskan hubungan antara Danantara dan pihak Dalio masih berjalan baik.
“Baru minggu lalu saya bertemu timnya, termasuk putranya, Mark Dalio. Kami juga baru saja melakukan Zoom meeting. Tidak benar kalau dibilang beliau mundur,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu kemarin.
Rosan menyatakan komunikasi dengan tim Ray Dalio masih aktif, dan kerja sama tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Kabar tentang kemungkinan mundurnya Ray Dalio pertama kali dilaporkan Bloomberg.
Artikel Terkait
Alasan Rosan Soal Keinginan Danantara agar RUPS BUMN Ditunda
Prabowo Ingin Danantara Investasi di Proyek Energi, Menteri Bahlil Sebut Akan Atur Soal Porsi
4 Nota Kesepahaman RI dan Tiongkok plus 8 Kerja Sama Termasuk Investasi Danantara hingga China Media Group