KONTEKS.CO.ID - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan hingga saat ini belum ada vaksin khusus untuk super flu.
Namun, vaksin influenza yang sudah lama tersedia dapat digunakan sebagai langkah antisipasi.
“Sebenarnya tidak ada khusus vaksin super flu tapi kita memang ada vaksin influenza. Vaksin influenza ini sudah lama ada dan bisa diberikan,” jelas Ani.
Baca Juga: Rekening Dana Syariah Indonesia Masih Dibekukan di Tengah Gagal Bayar Rp1,4 Triliun
Ani menambahkan, karena vaksin influenza tersebut belum masuk dalam program pemerintah, masyarakat yang ingin mendapatkannya masih harus membayar.
Vaksin dapat diakses di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit umum daerah.
“Tapi memang dia belum program vaksin. Jadi, artinya masih berbayar. Tapi masyarakat bisa mendapatkan vaksin influenza ini di faskes-faskes termasuk di RSUD kami,” ujarnya.
Baca Juga: Sudah Melayani 396 Penerbangan Indonesia–Malaysia, AirAsia Masih akan Tambah Rute
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa super flu bukan virus baru.
Menurutnya, super flu merupakan influenza A H3N2 yang telah dikenal selama puluhan tahun, meski kini muncul varian baru.
“Super flu itu sebenarnya influenza A istilahnya. Ini sudah ada puluhan tahun, nama virusnya H3N2, itu sudah ada puluhan tahun cuma ini varian baru,” ujar Budi di Yogyakarta, belum lama ini.
Baca Juga: Malaysia Bidik 4,6 Juta Wisatawan Indonesia Lewat Kampanye VM2026
Ia menambahkan, berbeda dengan COVID-19, tubuh manusia telah memiliki imunitas terhadap virus influenza. “Kalau COVID itu virus baru. Kalau super flu ini, imunitas tubuh kita sudah kenal,” katanya.***
Artikel Terkait
Vietnam Ekspor Batch Pertama Vaksin Demam Babi Afrika ke Indonesia, Total 120 Ribu Dosis
Indonesia Jadi Bagian dari Jaringan Global Keamanan Vaksin CEPI
Gawat! FDA Kaitkan 10 Kematian Anak dengan Vaksin COVID-19
Mulai Tahun 2026, Pemerintah Gencarkan Vaksin Heksavalen untuk Anak-Anak, Apa Itu?