"Karena saat itu, selain MJO, juga masuknya seruakan udara dingin dari dataran tinggi Asia. Kalau kali ini memang ada pengaruh MJO, kemudian juga adanya pengaruh gelombang atmosfer, serta juga pengaruh kondisi lokal," terangnya.
Beberapa hari sebelumnya, BMKG sudah mendeteksi kumpulan awan Cumulonimbus yang memenuhi Jawa Barat hingga Jakarta.
Bahkan, awan ini terlihat di wilayah Sumatra bagian selatan yang bergerak ke arah Jambi, Bengkulu, sampai Sumatera Barat.
"Jadi fenomenanya tidak sama persis, tapi yang sama adalah fenomena MJO. Kemudian juga sirkulasi siklonik juga terjadi di wilayah Samudra Hindia barat daya Bengkulu. Sehingga mempengaruhi gelombang tinggi dan karena ada gelombang Rossby," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Pagi Ini 38 RT di Jakarta Tergenang Banjir Kiriman dari Bogor
Banjir Kiriman dari Bogor Terus Meluas, 46 RT Tergenang dan Jaksel Titik Terbanyak
Kemacetan Lalu Lintas Macet Parah Terjadi di Jalan Ahmad Yani Bekasi Imbas Banjir
Banjir di Bekasi: Ribuan Kepala Keluarga Terdampak, Evakuasi Terkendala Arus Deras
Banjir Rendam 62 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakarta, Ketinggian Hingga 1 Meter