Purbaya mengatakan, IMF merasa takjub dengan kebijakan fiskal pemerintah yang dianggap dapat menjaga perekonomian nasional di saat negara lain diterpa isu pelambatan pertumbuhan.
Baca Juga: Perang Iran dan Kebijakan Pemerintah Indonesia Dongkrak Harga Nikel, Surplus Global Jadi Rem
Bendahara Negara itu menambahkan, sejumlah injeksi keuangan untuk perbankan menjadi salah satu penopang.
Beberapa indikator makro seperti daya konsumsi rumah tangga juga diutarakan Purbaya di depan pihak IMF. Kebijakan anggaran yang dikeluarkan sejak tahun lalu diyakini Purbaya berdampak positif saat efek ekonomi lantaran perang melanda dunia seperti inflasi harga minyak.
"Dia (Kristalina) kelihatannya senang dengan kondisi seperti ini. Tapi mereka tak akan melakukan kebijakan khusus untuk membantu negara-negara lain. Yang jelas mereka akan memberitahukan ke seluruh dunia negara-negara mana saja yang performance-nya bagus," pungkas Purbaya. ***
Artikel Terkait
Purbaya Kembali Pertimbangkan Pungut Pajak Pedagang Online di Pertengahan 2026, Ini Syaratnya
Ternyata Menkeu Purbaya Tak Tahu Detail Pengadaan Sepeda Motor Listrik BGN, Sempat Ditolak Tahun 2025
Menkeu Purbaya: Rupiah Tembus Rp17.105 Masih Sesuai Skenario APBN
Purbaya Spill Besaran Potongan Gaji Menteri: Kira-kira 25 Persen
Polemik Motor Listrik MBG, Mensesneg Janji Investigasi dan Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran Sudah 'Dicut'!