Realisasi belanja hingga Maret 2026 telah mencapai 21,2 persen dari target tahunan, lebih tinggi dibanding rata-rata triwulan I pada tahun-tahun sebelumnya yang sekitar 17 persen.
"Belanja yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan adanya upaya ekspansif yang memang diperlukan, terutama di awal tahun, untuk menjaga momentum pemulihan dan memperkuat daya dorong ekonomi domestik," katanya.
Belanja tersebut antara lain dialokasikan untuk program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi. Selain itu, faktor musiman seperti Ramadan dan Lebaran juga turut mendorong peningkatan belanja pemerintah.
Baca Juga: Menhaj Ungkap Tantangan Haji 2026, Ini Pesan Prabowo Soal Harga Avtur Naik 3 Kali Lipat
Pada periode Lebaran tahun ini, pemerintah menggelontorkan stimulus sekitar Rp15 triliun, mencakup bantuan pangan, diskon transportasi, hingga pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI, dan Polri.
"Belanja pemerintah yang lebih tinggi menjadi pendorong penting untuk menjaga daya beli dan memperkuat perputaran ekonomi," ujar Christiantoko.
Ia menegaskan, di tengah ekspansi belanja tersebut, pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan target defisit di bawah 3 persen terhadap PDB sebagai jangkar kebijakan.
Baca Juga: Temukan Kandungan Narkotika, BNN Usul Vape Dilarang Beredar di Indonesia
"Dengan demikian, defisit sebesar 0,93 persen pada triwulan I-2026 harus dilihat bagian dari strategi kebijakan fiskal yang terukur. Selama dikelola secara hati-hati dan tetap dalam batas yang telah ditetapkan, langkah ini justru berpotensi memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi ke depan," katanya.***
Artikel Terkait
Purbaya Klaim APBN Aman Meski Harga Minyak Dunia Melonjak Hingga USD100 Per Barel
Ekonomi RI Aman! Menkeu Purbaya Spill Cadangan Kas Negara Rp420 Triliun. APBN Masih Punya Bantalan Kuat!
Menkeu Purbaya Ungkap Defisit APBN Capai Rp240,1 Triliun Per Maret 2026
Kuartal I 2026, Pendapatan dan Pengeluaran Pemerintah Sangat Timpang Bikin Defisit APBN 'Ngeri-ngeri Sedap!'
Menkeu Purbaya: Rupiah Tembus Rp17.105 Masih Sesuai Skenario APBN