• Sabtu, 18 April 2026

Belanja Negara Naik 31%, Masih Batas Wajar Bila Disiplin Fiskal Terjaga

Photo Author
Eko Priliawito, Konteks.co.id
- Selasa, 7 April 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi defisit APBN di kuartal I 2026 yang membuat khawatir para pelaku ekonomi. (Kemenkeu)
Ilustrasi defisit APBN di kuartal I 2026 yang membuat khawatir para pelaku ekonomi. (Kemenkeu)

Realisasi belanja hingga Maret 2026 telah mencapai 21,2 persen dari target tahunan, lebih tinggi dibanding rata-rata triwulan I pada tahun-tahun sebelumnya yang sekitar 17 persen.

"Belanja yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan adanya upaya ekspansif yang memang diperlukan, terutama di awal tahun, untuk menjaga momentum pemulihan dan memperkuat daya dorong ekonomi domestik," katanya.

Belanja tersebut antara lain dialokasikan untuk program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi. Selain itu, faktor musiman seperti Ramadan dan Lebaran juga turut mendorong peningkatan belanja pemerintah.

Baca Juga: Menhaj Ungkap Tantangan Haji 2026, Ini Pesan Prabowo Soal Harga Avtur Naik 3 Kali Lipat

Pada periode Lebaran tahun ini, pemerintah menggelontorkan stimulus sekitar Rp15 triliun, mencakup bantuan pangan, diskon transportasi, hingga pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI, dan Polri.

"Belanja pemerintah yang lebih tinggi menjadi pendorong penting untuk menjaga daya beli dan memperkuat perputaran ekonomi," ujar Christiantoko.

Ia menegaskan, di tengah ekspansi belanja tersebut, pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan target defisit di bawah 3 persen terhadap PDB sebagai jangkar kebijakan.

Baca Juga: Temukan Kandungan Narkotika, BNN Usul Vape Dilarang Beredar di Indonesia

"Dengan demikian, defisit sebesar 0,93 persen pada triwulan I-2026 harus dilihat bagian dari strategi kebijakan fiskal yang terukur. Selama dikelola secara hati-hati dan tetap dalam batas yang telah ditetapkan, langkah ini justru berpotensi memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi ke depan," katanya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Eko Priliawito

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X