• Sabtu, 18 April 2026

Federasi Manufaktur Dorong Produsen Singapura Ekspansi ke Batam, Bintan, dan Karimun

Photo Author
Ari DP, Konteks.co.id
- Kamis, 26 Maret 2026 | 16:15 WIB
Bintan diharapkan jadi tempat ekspansi perusahaan manufaktur dari Singapura. (Pemkab Bintan)
Bintan diharapkan jadi tempat ekspansi perusahaan manufaktur dari Singapura. (Pemkab Bintan)

KONTEKS.CO.ID – Para produsen asal Singapura didorong memperluas operasi mereka ke kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

Hal ini seiring langkah Indonesia mengembangkan lebih banyak kawasan industri dan memperkuat konektivitas pelabuhan antara kedua negara.

Dorongan ini disampaikan Singapore Manufacturing Federation (SMF), yang menilai sektor perangkat medis dan elektronik berpeluang besar tumbuh di wilayah tersebut.

Baca Juga: Empat Isu Penting Pergantian Kabais TNI , TAUD: Desak Bongkar Aktor Intelektual Kasus Air Keras Andrie Yunus

Indonesia tengah membangun kawasan industri baru untuk mendukung aktivitas manufaktur, sementara hubungan logistik dengan Singapura terus ditingkatkan.

Selama bertahun-tahun, Singapura menjadi salah satu investor asing terbesar di Kepulauan Riau dan tercatat sebagai investor terbesar di Batam sejak 2023.

Pada paruh pertama tahun lalu, investasi Singapura mencapai USD481,6 juta atau sekitar Rp8,1 triliun, yang berarti setara 69 persen dari total investasi asing langsung Batam.

Baca Juga: Banjir Parah di Brebes Sempat Lumpuhkan Jalur Arus Balik ke Jakarta, Ribuan Kendaraan Terjebak

Dalam seminar mengenai potensi investasi di kawasan BBK pada Selasa lalu, SMF mengingatkan produsen perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memperluas bisnis.

Wakil Presiden SMF, Melvin Tan, mencontohkan perbedaan keandalan jaringan listrik di tiap wilayah.

“Jadi, terserah pengembang atau produsen untuk memahami apa saja batasan dan kendala terkait kebutuhan daya dan energi mereka,” katanya.

Baca Juga: Wujud Nyata Operasional Hijau: BNI Sukses Pangkas Konsumsi Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025

Wilayah BBK dapat ditempuh dalam 40 hingga 90 menit perjalanan feri dari Singapura.

Berlokasi di Kepulauan Riau, kawasan perdagangan bebas ini menjadi bagian dari Segitiga Pertumbuhan Singapura–Johor–Kepulauan Riau.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ari DP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X