KONTEKS.CO.ID – Para produsen asal Singapura didorong memperluas operasi mereka ke kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).
Hal ini seiring langkah Indonesia mengembangkan lebih banyak kawasan industri dan memperkuat konektivitas pelabuhan antara kedua negara.
Dorongan ini disampaikan Singapore Manufacturing Federation (SMF), yang menilai sektor perangkat medis dan elektronik berpeluang besar tumbuh di wilayah tersebut.
Indonesia tengah membangun kawasan industri baru untuk mendukung aktivitas manufaktur, sementara hubungan logistik dengan Singapura terus ditingkatkan.
Selama bertahun-tahun, Singapura menjadi salah satu investor asing terbesar di Kepulauan Riau dan tercatat sebagai investor terbesar di Batam sejak 2023.
Pada paruh pertama tahun lalu, investasi Singapura mencapai USD481,6 juta atau sekitar Rp8,1 triliun, yang berarti setara 69 persen dari total investasi asing langsung Batam.
Baca Juga: Banjir Parah di Brebes Sempat Lumpuhkan Jalur Arus Balik ke Jakarta, Ribuan Kendaraan Terjebak
Dalam seminar mengenai potensi investasi di kawasan BBK pada Selasa lalu, SMF mengingatkan produsen perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memperluas bisnis.
Wakil Presiden SMF, Melvin Tan, mencontohkan perbedaan keandalan jaringan listrik di tiap wilayah.
“Jadi, terserah pengembang atau produsen untuk memahami apa saja batasan dan kendala terkait kebutuhan daya dan energi mereka,” katanya.
Baca Juga: Wujud Nyata Operasional Hijau: BNI Sukses Pangkas Konsumsi Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025
Wilayah BBK dapat ditempuh dalam 40 hingga 90 menit perjalanan feri dari Singapura.
Berlokasi di Kepulauan Riau, kawasan perdagangan bebas ini menjadi bagian dari Segitiga Pertumbuhan Singapura–Johor–Kepulauan Riau.
Artikel Terkait
Hebat! 8 Siswa MAN Insan Cendekia Kota Batam Diterima di Universitas Top Dunia
Biodata Akhmad Maruf Maulana, Eks Kernet Bus yang Gaet Raksasa Semikonduktor AS: Investasi Cip Rp82 T Masuk Batam
CELIOS Desak Setop Pekerja China Ilegal di KEK Galang Batang Bintan Kepri
Mengandung Toksin Cereulide, BPOM Singapura Tarik 2 Produk Susu Formula Nestle dan Nature