• Sabtu, 18 April 2026

Wow, Furnitur Indonesia Catat Transaksi Rp50,3 Miliar dalam Pameran di Korea Selatan

Photo Author
Ari DP, Konteks.co.id
- Minggu, 14 September 2025 | 20:05 WIB
Furnitur Indonesia mencatat transaksi lebih dari Rp50 miliar dalam pameran di Korea Selatan. (Kementerian Perdagangan)
Furnitur Indonesia mencatat transaksi lebih dari Rp50 miliar dalam pameran di Korea Selatan. (Kementerian Perdagangan)

KONTEKS.CO.ID - Industri furnitur Indonesia membukukan potensi transaksi senilai USD3,07 juta atau sekitar Rp50,3 miliar dalam pameran Korea International Furniture and Interior Fair (KOFURN) 2025, akhir pekan ini, menurut informasi dari Kementerian Perdagangan.

Angka tersebut menandakan minat besar dari pembeli Korea Selatan.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, mengatakan konsumen Korea tertarik pada furnitur Indonesia karena desainnya yang multifungsi dan ringkas.

Baca Juga: Daftar Pemain Kejuaraan Dunia Junior 2025 Dirilis, Ada Ubed! Ini Skuad Lengkap PBSI Putra-Putri

Hal itu sesuai dengan ukuran hunian yang umumnya kecil di Korea Selatan.

“Pembeli lebih menyukai furnitur yang mudah dipindahkan dan tidak terlalu besar, praktis tetapi tetap estetis, selaras dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.

Sebanyak 12 eksportir Indonesia berpartisipasi dalam pameran tersebut, menampilkan produk kayu berkelanjutan dan rotan yang memadukan bahan alami dengan keterampilan tradisional serta desain minimalis, kombinasi yang semakin populer di Korea Selatan.

Baca Juga: Jelang Derby, Ruben Amorim Puji Pep Guardiola dan Manchester City

“Finishing warna cherry dan desain yang menonjolkan serat kayu alami sangat diminati, karena menawarkan daya tarik modern sekaligus organik,” tambah Fajarini.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur, Deden Muhammad Fajar Shiddiq, mengatakan sebagian besar pengunjung stan adalah konsumen akhir, mencerminkan tingginya minat publik terhadap furnitur Indonesia.

“Tingkat permintaan ini membuka peluang nyata untuk meningkatkan ekspor, menjajaki kemitraan, bahkan membuka ruang pamer di Korea Selatan. Beberapa peserta pameran bahkan sudah mendapatkan pembeli,” katanya.

Baca Juga: Rupiah dan Yuan Terus Menguatkan Kerja Sama Lawan Dominasi US Dolar

Kementerian berencana mengevaluasi hasil pameran dan mendorong perusahaan memanfaatkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea (CEPA).

“Dengan CEPA yang memberikan tarif nol persen untuk furnitur dan daya beli konsumen Korea Selatan yang kuat, kami melihat potensi ekspor yang besar ke depan,” ujar Deden.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ari DP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X