Dari Wall Street, sentimen positif terlihat karena indeks utama dibuka menguat pada Jumat dan bertahan di zona hijau hingga akhir sesi, ditutup mendekati level tertinggi harian.
Indeks Dow Jones naik 206,97 poin atau 0,47 persen ke 44.175,61; NASDAQ melonjak 207,32 poin atau 0,98 persen ke rekor 21.450,02; dan S&P 500 naik 49,45 poin atau 0,78 persen ke 6.389,45.
Sepanjang pekan, NASDAQ menguat 3,9 persen, S&P 500 naik 2,4 persen, dan Dow naik 1,4 persen.
Wall Street ditopang sektor teknologi, terutama saham Apple (AAPL) yang melonjak setelah mengumumkan rencana investasi sekitar USD600 miliar di AS selama empat tahun ke depan.
Baca Juga: Grup Djarum Kian Gencar Borong Saham SSIA, Kepemilikan Tembus 6,74 Persen
Saham perangkat keras komputer menjadi salah satu yang berkinerja terbaik, dengan Indeks Perangkat Keras Komputer NYSE Arca naik 1,4 persen.
Sektor perbankan, layanan minyak, pialang, dan jaringan juga menunjukkan penguatan signifikan.
Harga minyak mentah mencatat kenaikan tipis pada Jumat di tengah ketidakpastian terkait konflik AS-Rusia dalam perang di Ukraina, serta ancaman sanksi terhadap ekspor minyak Rusia.
Baca Juga: Saham CDIA Meledak 863 Persen! Anak Usaha Prajogo Pangestu Tembus Top 15 Emiten Terbesar di BEI
Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman September naik USD 0,03 atau 0,05 persen menjadi USD63,91 per barel.
Dari dalam negeri, Indonesia pada Senin akan merilis data penjualan ritel bulan Juli; pada Juni, penjualan naik 1,9 persen secara tahunan.***
Artikel Terkait
Selain JP Morgan, BlackRock dan Vanguard Juga Tambah Kepemilikan Saham BBRI
Sudirman Said Bongkar Rahasia: Jokowi Kewalahan Soal Riza Chalid dan Papa Minta Saham
BEI Waspadai 4 Saham UMA, Ada Pola Transaksi Tak Wajar di Emiten Digital hingga Sekuritas ini
IHSG Tergelincir di Tengah Euforia Global, 230 Saham Melemah dan Pasar Waspada Jelang Keputusan The Fed