Data inflasi dan neraca perdagangan yang akan dirilis dalam waktu dekat juga akan menjadi perhatian utama.
Menurut analis pasar uang, aktivitas transaksi di pasar valas pagi ini berjalan normal.
Perusahaan eksportir dan importir tetap melakukan netting valuta asing sesuai kebutuhan, sehingga likuiditas di pasar terjaga.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pelemahan tipis rupiah belum mengganggu arus transaksi maupun kepercayaan pelaku pasar.
Ke depan, arah pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik.
Selain perkembangan USD, pergerakan mata uang regional seperti yen Jepang dan won Korea juga akan menjadi indikator tekanan eksternal.
Jika sentimen global membaik dan data ekonomi domestik mendukung, rupiah masih berpeluang kembali menguat dalam waktu dekat.***
Artikel Terkait
Rupiah Tertekan Jelang Tenggat Tarif Dagang AS, Ditutup Melemah ke Rp16.456 per USD
Harga Turun Drastis Ratusan Juta Rupiah, Para Pemilik Wuling BinguoEV Buat Petisi!
Dolar AS Mengamuk, Rupiah Terjungkal! Ini Biang Kerok yang Jarang Dibahas Media
Rupiah Tertekan di Awal Pekan: Ancaman Tarif Trump dan Kontraksi Manufaktur Jadi Pemicu